Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Nasional KPK Telusuri Aliran Uang Waskita Karya

KPK Telusuri Aliran Uang Waskita Karya

Tanggal : Pukul :
118
0
Foto: Net

Jakarta, Detik Sumsel- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menelusuri aliran uang dari kasus dugaan korupsi 14 proyek fiktif yang digarap PT Waskita Karya.

“Kami tentu juga menelusuri dugaan aliran dana pada sejumlah pihak, apakah itu dugaan aliran dana pada para pejabat-pejabat ataupun pihak-pihak yang diduga diperkaya dari pokok perkara ini,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Namun, Febri masih enggan mengungkap pihak-pihak yang diduga kecipratan atau turut diuntungkan terkait korupsi ini.

Yang pasti, kata Febri, penelusuran aliran dana ini penting lantaran kasus korupsi yang menjerat mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman dan mantan Kabag Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar itu telah merugikan keuangan negara yang nilainya ditaksir mencapai Rp 186 miliar.

Baca Juga :   KPK Cegah Zulkifli ke Luar Negeri

“Karena kerugian keuangan negara ini memang cukup besar ya dalam kasus ini,” katanya.

Dalam kasus ini, Fathor dan Yuly Ariandi diduga menunjuk sejumlah perusahaan subkontraktor untuk melakukan pekerjaan fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya. Proyek-proyek tersebut tersebar di Sumatera Utara, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Timur, hingga Papua.

Baca Juga :   Pekan Depan KPK Bakal Periksa Aher

Proyek-proyek tersebut sebenarnya telah dikerjakan oleh perusahaan lainnya, namun tetap dibuat seolah-olah akan dikerjakan oleh empat perusahaan yang teridentifikasi sampai saat ini. Diduga empat perusahaan tersebut tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak.

Atas subkontrak pekerjaan fiktif ini, PT Waskita Karya selanjutnya melakukan pembayaran kepada perusahaan subkontraktor tersebut. Setelah menerima pembayaran, perusahaan-perusahaan subkontraktor itu menyerahkan kembali uang pembayaran dari PT Waskita Karya tersebut kepada sejumlah pihak, termasuk yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Fathor dan Ariandi.(net)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here