Pemprov
Muhammad Ali Idrus korban penganiyaan oknum anggota Polisi menunjukkan bukti laporan nya dihadapan wartawan

Korban Penganiayaan Oknum Anggota Polisi Tanyakan Perkembangan Laporannya di Propam

Palembang, Detik Sumsel — Muhammad Ali Idrus (38), warga Desa Air Putih Lama Curup, Kabupaten Rejang Lebong korban penganiyaan oknum anggota Polisi ini kembali mendatangi Polda Sumsel Rabu (2/12/2020).

Kedatangannya untuk menanyakan perkembangan kasus yang telah dilaporkan nya ke Yanduan Bidang Propam Polda Sumsel beberapa waktu lalu.

Kepada wartawan Ali menceritakan kronologi dirinya jadi korban penganiyaan oleh oknum anggota Polisi terjadi pada 14 September 2020 lalu disalah rumah makan di Kabupaten Ogan Ilir. Berawal saat AG temannya ingin menggadaikan mobil kijang Avanza kepada nya. Karena ia tidak punya uang dan diarahkan kepada UM temannya yang lain. Singkat cerita mobil tersebut digadaikan Rp 15 juta.

Baca Juga :   Kades Jangan Takut Kelola Dana Desa

“Singkat cerita AG menemui saya di rumah makan Tahu Sumedang Indralaya katanya dia ingin menebus mobil yang digadaikannya. Saya tanya uang nya sudah ada apa dan dijawab AG sudah siap,”kata Ali.

Dikatakan, Ali saat datang menemuinya di rumah makan Tahu Sumedang AG rupanya mengajak oknum polisi telah yang menganiayanya.

“Saat saya mau duduk datang lah lebih dari dua anggota Polisi dia mengaku anggota Polda Sumsel dan berkata kepada saya bahwa saya telah melakukan penggelapan mobil tidak sampai disitu mereka juga sempat memukul dan memborgol tangan saya dan menyuruh saya menunjukkan dimana mobil yang saya gelapkan dijual karena saya tidak pernah melakukan penggelapan saya jawab tidak,”katanya.

Baca Juga :   Berhasil Ungkap Kasus Menonjol, 18 Personel Jatanras Polda Sumsel Diganjar Penghargaan

Lebih lanjut dikatakan Ali, tidak sampai disitu, oknum anggota Polisi yang menganiayanya juga membawa dirinya keliling dengan mobil dari jam dua siang sampai jam delapan malam lalu dibawa ke Polda Sumsel. Sampai di Polda Sumsel ia sempat dibawa ke SPKT dengan alasan untuk membuat laporan. Karena tidak terbukti akhirnya borgol ditangannya dilepaskan.

“Untuk itu kepada pihak Propam saya minta keadilan agar oknum anggota Polisi yang menganiya saya dan telah saya laporkan diberikan sanksi sesuai dengan perbuatannya yang telah melakukan penganiyaan kepada warga sipil,”harapnya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Fauzi

Avatar

Check Also

Pelabuhan Rakyat Sungai Lais Akan Dikembangkan

Palembang, Detik Sumsel — PT Pelabuhan Indonesia Cabang Palembang akan mengembangkan pelabuhan rakyat di Sungai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *