Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Daerah KONI OKU Berencana Hapus Pengcab Olahraga Yang Tidak Aktif

KONI OKU Berencana Hapus Pengcab Olahraga Yang Tidak Aktif

Tanggal : Pukul :
399
0
Ketua KONI OKU Edy Jaya Saleh

Baturaja, Detik Sumsel —┬áKomite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) berencana akan menghapus beberapa Pengurus Cabang (Pengcab) olahraga yang tidak aktif, hal ini dikatakan oleh Ketua KONI OKU Edy Jaya Saleh saat dibincangi oleh awak media belum lama ini.

“Hanya sekitar 80 persen Pengcab dari 30 Pengcab KONI OKU yang Aktif, sedangkan sisanya hanya ada nama kepengurusan namun tidak aktif” Sebut Edy.

Menurut Edy, Masalah Peralatan dan Fasilitas Sarana Pasarana menjadi Faktor kendala utama tidak aktifnya beberapa Pengcab di KONI OKU, seperti halnya dicontohkan Edy, Perbakin OKU, yang memerlukan peralatan berupa unit Senjata Api yang harganya cukup mahal.

“Kita ada Pengcabnya (perbakin┬áred)cuma cari atlitnya dengan alat yang mahal susah, berapa coba harga satu unit pistol bisa mencapai puluhan juta” Ujar Edy.

Karena hal inilah, KONI OKU berencana menghapus kepngurusan cabang olahraga Perbakin.”untuk perbakin mungkin hapus saja lah, tahun depan tidak usah diperpanjang lagi, Karna percuma hanya memperpanjang barisan, ada nama cuma cari atlitnya susah” Tukasnya.

Sebelumnya Bupati OKU Drs Kuryana Aziz pada kegiatan pelantikan 4 pengcab Koni OKU pada kamis (4/10) kemarin sempat menyentil Pengcab KONI yang kurang begitu Aktif, menurut orang nomor satu di Bumi sebimbing sekundang ini, di OKU hampir seluruh kepengurusan cabang olahraga ada di OKU namun hanya sekitar 75 persen yang aktif.

Hal ini menurut Kuryana dapat dilihat pada saat ada event kegiatan, hanya beberapa pengcab yang kerap melakukan event turnamen seperti misalnya PSSI dan pengcab yang aktif lainnya.

Kuryana berharap kedepan seluruh pengcab bisa aktif melakukan kegiatan sehingga bisa menghasilkan atlit yang berprestasi. Memang diakui Kuryana untuk melakukan sebuah event perlu biaya yang cukup besar, sementara suntikan dana dari KONI sangat terbatas, namun hal ini bukan menjadi alasan. “Tidak ada salahnya untuk mengadakan suatu turnament, sah-sah saja minta bantuan kesemua pihak, atau cari donatur”. Ujarnya

Mengadakan suatu kegiatan Lanjut Kuryana tidak harus mengundang luar daerah cukup event lokal. “Yang penting kegiatan ini tujuannya untuk melatih, mengasah dan mempersiapkan atlit-atlit ndan mencari bibit-bibit atlet berprestasi, yang dipersiapkan untuk event yang lebih besar” tandasnya. (fei)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here