Iklan
Pemprov

Komplotan Begal di Depan JM Sukarami November Lalu Diringkus, Satu Pelaku Dilumpuhkan Betis Kanannya

Palembang, Detik Sumsel — Dua pelaku begal di Jalan Kol H Barlian tepatnya depan JM Sukarami, Kecamatan Sukarami Palembang yang aksinya viral di sosial media terjadi pada Minggu 8 November 2020 lalu yang korbannya lima orang remaja berhasil ditangkap anggota Unit IV Subdit III Jatanras Polda Sumsel.

Terungkap aksi begal di picu karena ketersinggungan akibat saling senggol antar pelaku dan korban saat sama sama berada ditempat hiburan malam di kawasan Kampung Baru.

“Waktu kami ado di dalam cafe kampung kami sempat nak ribut samo korban. Dan terus berlanjut sampai keluar tempat itu,” kata Ahmad Sirofi alias Kakek (21) saat menjalani pemeriksaan dihadapan petugas, Kamis (3/6/2021).

Dalam kasus begal ini pelaku seluruhnya ada empat orang yaitu Dicky Chandra (21), Ahmad Sirofi alias Kakek (21), Akbar Bagaskara (19) dan AM alias Godek (19). Dicky Chandra sudah lebih dulu ditangkap unit II Subdit III Jatanras Polda Sumsel.

Dan kini petugas menangkap Ahmad Sirofi alias Kakek dan Akbar Bagaskara. Sedangkan AM alias Godek, masih diburu keberadaannya hingga kini.

Oleh petugas betis kanan tersangka Kakek terpaksa ditembak karena terus melawan saat akan ditangkap.

Sambil meringis menahan sakit, Kakek mengaku selama buron ia sengaja berpindah-pindah kota selama hampir satu tahun belakangan untuk menghindari kejaran petugas.

“Awalnya saya ke Linggau, terus Jambi, Lampung, Jakarta dan balik lagi ke Palembang karena saya pikir sudah aman. Tapi rupanya masih ditangkap,” kata warga Silaberanti Palembang ini.

Baca Juga :   Produksi Beras di OKU Mencapai 75 Ribu Ton Pertahun

Terkait perselisihan di tempat hiburan malam antara kelompoknya dengan kelompok korban, Kakek tak menampik hal tersebut.

Dikatakan Kakek, cek-cek tersebut bermula dari saling senggol berujung dengan saling menantang.

“Awalnya kami ribut di dalam (tempat hiburan malam). Terus dipisahkan orang. Tapi rupanya mereka (para korban) sudah nunggu kami di luar,” ujarnya.

Ememosi para tersangka kembali tersulut setelah rekan mereka, Dicky Chandra tiba-tiba dipukul salah seorang korban ketika sedang duduk santai di atas motor yang di halaman parkir tempat lokalisasi.

Merasa tidak terima, mereka akhirnya melanjutkan perkelahian dan memutuskan menunggu para korban persis di depan Jalan Teratai Putih.

Disitulah keributan tak dapat dihindarkan antar dua kelompok itu. Sampai akhirnya, tersangka Dicky Chandra mengeluarkan sebilah senjata tajam berupa pedang yang langsung ia ayunkan ke tubuh para korban.

“Dicky yang bacok, tidak tahu pedangnya dari mana. Kalau saya tugasnya bawa motor. Saya cuma ikut mukul saja, tidak membacok,” ujarnya.

Setelah itu, Kakek bersama ketiga rekannya langsung kabur membawa dua sepeda motor korban.

Sedangkan para korban ditinggalkan begitu saja dengan luka-luka yang mereka alami akibat perkelahian itu.

Kakek sendiri, mengaku dapat satu jatah sepeda motor yang selanjutnya ia jual di kawasan SP Padang seharga Rp.1,8 juta.

Baca Juga :   Gaji Tak Dibayar, Ratusan Karyawan Gading Cempaka Duduki Area Perkantoran

Dari jual motor korban Kakek hanya mendapat bagian sebesar Rp.400 ribu yang selanjutnya ia gunakan untuk biaya melarikan diri dari kejaran petugas.

“Sisa uangnya saya kasih ke Godek. Tapi untuk satu motor lagi, saya tidak tahu dijual kemana,” katanya.

Sementara itu, Akbar Bagaskara (19) yang juga turut diamankan mengatakan, tak menerima sedikitpun bagian dari hasil menjual motor rampasan dari para korban.

Warga Desa Air Batu Talang Kelapa Banyuasin itu mengaku panik setelah tahu tindak kejahatan yang dilakukannya viral di sosial media.

“Jadi saya cepat-cepat kabur ke Linggau. Terus disusul sama kakek. Selanjutnya kami kabur sama-sama ke Jambi, Lampung, Jakarta dan balik lagi ke Palembang. Tapi selama kabur, saya pakai uang sendiri. Hasil kiriman teman juga. Tidak pakai uangnya kakek,” kata pria putus sekolah ini.

Akbar juga mengakui perbuatannya yang ikut terlibat perkelahian dengan para korban. “Saya cuma mukul, tapi tidak bacok,” ujarnya.

Kanit IV Subdit III Jatanras Polda Sumsel, AKP Nanang Supriatna mengatakan, para tersangka terancam dijerat dengan pasal 365 ayat 2 dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara.

“Sedangkan untuk satu tersangka lagi yang masih buron, akan terus kita buru keberadaannya,” tegas Nanang.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Siap Wujudkan Muaraenim Jadi Kabupaten Layak Anak

Muaraenim, Detik Sumsel- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim serius dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *