Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Komisi III DPRD Palembang Temukan Pembangunan Showroom Mobil yang Tutupi Badan Jalan dan Fasum
Komisi III DPRD Kota Palembang, meninjau pembangunan gendung, yang direncanakan untuk showroom dan bengkel mobil

Komisi III DPRD Palembang Temukan Pembangunan Showroom Mobil yang Tutupi Badan Jalan dan Fasum

Palembang,Detik Sumsel – Bangunan bertingkat yang terletak di Simpang Polda, yang direncanakan untuk showroom dan bengkel mobil, mendapat perhatian Ketua Komisi III DPRD Palembang, karena berdasarkan laporan masyarakat.

Bangunan 25 x30 yang berdiri di atas lahan 45 x 35 ini, mulai dibangunan sejak 3 bulan yang lalu, diduga tidak sesuai dengan advace planing/keterangan rencana tata kota, dan ada penutupan drainase secara permanen. Selain itu, lahan parkir tersebut ditimbun sehingga ketinggiannya melebihi permukaan jalan.

Meskipun, bangunan ini sudah memiliki IMB Nomor: 640/IMB/0207/DPMPTSP-PPL/2020 tanggal 9 Maret 2020, yang ditandatangani Dr. H. Akhmad Mustain, S.STP, M.Si berdasarkan rekomendasi yang dikeluarkan Dinas PU-PR Kota Palembang tanggal 23 September 2019 Nomor:786/0510/2019.

Baca Juga :   Sampaikan 4 Raperda, Dewan Segera Buat Pansus

Hal tersebut didapat, saat Komisi III DPRD Kota Palembang, bersama Dinas PU-PR Kota Palembang dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang melakukan sidak ke lokasi bangunan. Rabu, (1/7).

Tekait hal tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kota Palembang Firmansyah Hadi, meminta dinas terkait untuk melakukan pembokaran, yang tidak sesuai dengan advace planing.

“Segera kita panggil pemilik dan dinas terkait, karena lahan parkir itu harus dibongkar. Dan saya minta jangan ada toleransi, agar tidak ada bangunan lain yang mencontoh, apalagi bangunan itu berdiri di jalan protokol yang sangat jelas terlihat,”ucap politisi PKB ini saat ditemui dilapangan, Rabu, (1/7).

Kepada awak media, Plt Kabid Tata Bangunan Dinas PU-PR Kota Palembang, Faisal mengakui jika lahan parkir yang saat ini sebagian sudah dicor beton permanen, merupakan badan jalan dan fasilitas umum (fasum), yang tidak boleh difungsikan, sebagai lahan parkir milik pribadi.

Baca Juga :   APBD 2019 Sesuai dengan Program Gubernur

Sehingga lanjutnya harus dibongkar. Selain itu, lahan parkir tersebut menyalahi advace planing/keterangan rencana tata kota yang mana sekitar 7 meter melewati batas bidang tanah.

Semestinya lanjutnya, yang bisa dijadikan lahan parkir hanya cukup, dari sisi drainase hingga sisi bangunan atau sekitar 16 meter.

“Kita segera memberikan surat teguran dan mendeadline pemilik 3x 24 jam, untuk Garis Sepadan Bangunan, (GSB) sudah benar dan sudah diterbitkan IMB nya,”tandasnya.(Pen)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Efen Permata

Avatar

Check Also

Herman Deru Tunjuk Lima Pejabat Pemprov Jadi Pjs Bupati

Palembang, Detik Sumsel- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru hari ini menunjuk 5 pejabat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *