Jajaran Redaksi Media Online DetikSumsel.com mengucapkan Maulid Nabi Muhammad SAW
Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Ilustrasi

KKKS Kudu Jual Minyak ke Pertamina

Jakarta, Detik Sumsel- Pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan peraturan terkait pembelian minyak bagian kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) oleh PT Pertamina (Persero).

Peraturan itu dituangkan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 42 Tahun 2018. Permen ini mengatur tentang prioritas pemanfaatan minyak bumi untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

Dalam peraturan yang diteken oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan itu tersebut menyebutkan, Pertamina dan badan usaha pemegang izin usaha pengolahan minyak bumi wajib mengutamakan pasokan minyak bumi yang berasal dri dalam negeri.

Kemudian, Pertamina dan badan usaha pemegang izin usaha pengelolaan minyak bumi, wajib mencari pasokan minyak bumi yangberasal dari kontrktordalam negeri, sebelum merencakan impor minyak bumi.

Baca Juga :   Penyemprotan Disinfektan Cegah Penularan Virus Covid-19

Kontraktor atau produsen minyak bumi juga dikenakan kewajiban, menawarkan minyak bumi bagianya ke Pertamina, hal ini diatur dalam Pasal 3.

Penawaran dilaksanakan Paling lambat tiga bulan, sebelum dimulainya rekomendasi ekspor untuk seluruh volume minyak bumi bagian kontraktor. Ketentuan ini tercantum dalam Pasal 4. Hal ini seperti dikutip dari Permen ESDM, Senin (10/9).

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) diperbolehkan menjual jatah produksi miliknya ke luar negeri. Dari total produksi minyak Indonesia sebesar 800 ribu barel per hari, sekitar 200 ribu hingga 300 ribu barel merupakan jatah KKKS dan biasanya diekspor.

Baca Juga :   Mimpi Warga Jatiwarno Terwujud Berkat TMMD Kodim Karanganyar

Di sisi lain, Pertamina mengimpor minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Apabila jatah KKKS ini dibeli Pertamina dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, menurut Pemerintah, akan menjaga devisa negara, mengurangi impor serta menghemat biaya transportasi.

Saat ini, kebutuhan BBM Indonesia mencapai 1,3-1,4 juta barel per hari. Untuk memenuhi kekurangan BBM, Pertamina mengimpor dalam bentuk minyak mentah dan produk.(net)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Deby

Avatar

Check Also

Beginilah Kondisi Jalan Beton Penghubung Dua Dusun Program TMMD Karanganyar

Karanganyar, Detik Sumsel — TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-109 TA. 2020 Kodim 0727/Karanganyar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jajaran Redaksi Media Online DetikSumsel.com mengucapkan Sumpah Pemuda