Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Ekonomi Kinerja Meningkat, BSM Lirik Bisnis Banking Sawit

Kinerja Meningkat, BSM Lirik Bisnis Banking Sawit

Tanggal : Pukul :
260
0
Area Manager Bank Syariah Mandiri Palembang, Luthfi Bukhar
Area Manager Bank Syariah Mandiri Palembang, Luthfi Bukhar (Maya/detiksumsel.com)

Palembang, Detik Sumsel – Secara keseluruhan kinerja Bank Syariah Mandiri (BSM) mencatat kinerja yang positif selama tahun 2019. Kinerja positif ini disokong oleh dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh signifikan terutama giro yang tumbuh sebesar 100 persen.

Area Manager Bank Syariah Mandiri Palembang Luthfi Bukhari mengatakan, secara pertumbuhan bisnis tumbuh20-25 persen. Pertumbuhan ini di topang DPK dari sebelumnya Rp 1,6 triliun mencapai 1,9 triliun atau tumbuh Rp 334 miliar.

“Adapun rincian pencapaian ini yakni, tabungan tumbuh 10 persen, lalu deposito tumbuh 30 dan yang paling tinggi giro mencapai 100 persen,”jelasnya, ketika diwawancari, Senin (06/01).

Dikatakannya, tingginya pertumbuhan giro ini dikarenakan banyaknya nasabah baru maupun existing baik perusahaan, institusi maupun pengusaha yang pindah dari sebelumnya tabungan atau deposito ke giro. Selain, adanya peningkatan fasilitas dan dana banking BSM.

Baca Juga :   Harga Minyak Turun, SKK Migas Lakukan Langkah Antisipatif

“Sebenarnya DPK dari tabungan yang diproyeksi tumbuh. Meski begitu, volume DPK dari tabungan tetap tertinggi,” lanjutnya.

Selain itu, pertumbuhan juga di topang sektor pembiayaan, konsumer, bisnis banking, mikro serta gadai dan cicil emas yang angkanya masih dibawah 10 persen.

“Market share BSM cukup baik. Hal ini pula ditopang brand image yang dimiliki sehingga ada trust dari nasabauh untuk memilih BSM,” ungkapnya.

Sementara untuk tahun ini, pihaknya memproyeksikan dana pihak ketiga (DPK) dapat tumbuh menjadi Rp2.24 triliyun dari tahun lalu sebesar Rp1,9 triliyun atau sebesar Rp400 miliar.

Baca Juga :   Pembiayaan Purna BRI Syariah Tawarkan Pinjaman Hingga 200 Juta

“Kita mengharapkan pertumbuhan untuk tabungan tumbuh 30 persen, deposito dan giro masing-masing Ro20 persen,” harapnya.

Ia melanjutkan, untuk tahun ini kami tetap fokus menyasar market bisnis bangking yakni kelapa sawit. Dipilihnya sawit sebagai market bisnis ini, karena sejauh ini memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perbankkan.

“Sektor ini sangat menjanjikan apalagi pada awal tahun ini harga CPO mengalami peningkatan,” ucapnya.

Ia menambahkan, usaha ini berkelanjutan. Tidak hanya satu produk dan ada turunan. Ditambah, ada program B30 pemerintah yang menjadikan sawit sebagia bahan baku.

“Tahun ini kita memproyeksikan untuk bisnis banking naik sebesar Rp 450 miliar atau ada penambahan Rp 350 miliar dari tahun lalu Rp 100 milar,” katanya.(May)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here