Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI Budi Setiyadi memotong bak truk yang over dimension dan over loading di terminal Alan alang Lebar Palembang

Kendaraan Over Dimension dan Over Loading Siap – siap Dipotong

Palembang, Detik Sumsel —Kementerian Perhubungan RI, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat meminta kepada pengusaha angkutan truk atau logistik barang untuk secara sukarela menormalisasi atau memotong sendiri bak kendaraan yang over dimension dan over loading.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI Drs Budi Setiyadi kalau kendaraan sudah over dimension pasti potensinya over loading. Kalau sudah over dimension dan over loading aspek keselamatannya tidak terjamin kasihan dengan pengemudinya.

“Muatan seharusnya 10 ton, karena kendaraannya over dimension dan over loading disuruh mengangkut 20 ton kalau orang saja pasti berat apalagi kendaraan sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan,”katanya usai memotong bak truk yang over dimension dan over loading di terminal Alang-alang Lebar, Palembang Sabtu (12/9).

Selain itu, kata Budi kendaraan yang over dimension dan over loading juga menimbulkan kerusakan jalan. Bahkan Kementerian Pekerjaan Umum mencatat kerugian negara akibat kerusakan jalan pertahunnya mencapai Rp 43 triliun untuk perbaikan jalan setahun akan kendaraan yang over loading.

Baca Juga :   Bawa Moge, Mantan Bupati Muba Kecelakaan

“Kami juga sudah melakukan pemotongan bak truk yang over loading, di Padang, Riau, Semarang, Jakarta dan hari ini di Palembang kami berharap pemilik kendaraan atau pengusaha memotong sendiri bak nya,”katanya lagi.

Budi menegaskan bagi pengusaha angkutan truk yang tidak mau memotong bak kendaraannya, maka siap siap untuk menerima sanksi pidana sesuai dengan pasal 27 Undang undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Jika masih ditemukan kendaraan yang over dimension dan over kami akan melakukan tindakan hukum berupa sanksi pidana kurungan satu tahun dan denda Rp 25 juta sesuai dengan pasal 27 Undang undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,”jelasnya.

Baca Juga :   Majukan UMKM, Gubernur Sumsel Gandeng Grab

Lebih lanjut dikatakan Budi, sesuai dengan SK rancang bangun kendaraan truk harus sesuai dengan spesifikasi tidak ditambahkan. “Ukuran bak truk, maupun bak truk tidak boleh ditambahkan ada pengusaha angkutan truk sengaja menambah panjang atau tinggi baknya. Saya contohkan nntuk bak dump truk seharusnya satu meter tidak boleh lebih,”terangnya.

Sementara itu, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan SIK SH MH mendukung penuh kebijakan kementerian perhubungan terkait normalisasikendaraan over dimension – over loading. Karena dampaknya sangat jelas terkait kendaraan yang over dimension dan over loading bisa membahayakan pengguna jalan dan pengendara jalan itu sendiri.

“Tidak hanya itu kendaraan over loading bisa menimbulkan kerusakan jalan. Untuk kami akan sosialisasikan serta penegakan hukum bagi kendaraan yang masih over loading,”katanya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Fauzi

Avatar

Check Also

Kepemimpinan HIPMI Sumsel Diambil Alih Caretaker

Palembang, Detik Sumsel- Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), menunjuk Kms Alfarizi …

One comment

  1. Avatar

    Pemerintah gak ada otak kurang kerjaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *