Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Ketua Gabungan Pengusaha Karet (Gapkindo) Sumsel Alex K Eddy (Istimewa)

Kenaikan Ekspor, Tak Seimbang Dengan Harga Karet

Palembang, Detik Sumsel – Meskipun jumlah ekspor karet mengalami kenaikan sebesar U$ 743,14 juta, tidak memberikan pengaruh terhadap kenaikan harga karet.

Ketua Gabungan Pengusaha Karet (Gapkindo) Sumsel Alex K Eddy  mengatakan, kenaikan jumlah ekspor ini begitupun penguatan harga karet tersebut belum bisa menjadi acuan bahwa harga karet akan membaik atau bahkan sama dengan tahu sebelumnya.

Hal tersebut karena harga karet sangat berpengaruh pada harga karet internasional.

Kenaikan saat ini, sambung dia, penyerapan karet internasional tengah tinggi sebaliknya negara penghasil seperti Thailand banjir sehingga produksi berkurang

Banyak faktor yang mempengaruhi harga karet yakni harga minyak dunia juga nilai tukar rupiah terhadap dollar.

Selain itu harga karet juga ditentukan oleh harga dunia bukan oleh pengusaha,  atau petani. Sedangkan Indonesia, harga karet berpatokan dengan Singapura komoditi atau sikom yang harganya selalu update setiap hari dan bisa dipantau online.

Ia menambahkan harga  karet dunia juga dipatok berdasarkan dolar yang dikurskan ke rupiah. Nilai tersebut adalah harga karet bersih siap ekspor atau Standar internasional Rubber (SIR) atau standar karet ekspor dengan kualitas 100 persen karet. Harga karet itu kemudian dikurangi biaya produksi Rp 3500 per kilo karet dan dikalikan dengan kadar karet yang dijual petani ke perusahaan maka itulah harga karet yang berlaku di petani.

Baca Juga :   Besok Nelayan Muba Dapat Distribusi Konversi BBM ke BBG Varian I

“Kadar karet yang dijual petani ke pabrik (bokar) itu maksimal 45 persen atau banyak sudut sehingga kalikan saja harga internasional dengan kadar karetnya, sehingga wajar jika harga karet saat ini di bawah Rp 10 ribu per kilo,” ujarnya, Senin (21/09).

Dia mengatakan harga karet petani (bokar) juga ada tingkatkan dan berbeda harganya. Ada yang disimpan atau Minggu, dua Minggu bahkan satu bulan.

Harga karet satu minggu dengan harga karet satu bulan jelas harga bokar yang disimpan satu bulan kuah lebih mahal dibanding bokar satu minggu karena airnya sudah susut dan kadarnya juga lebih baik.

Baca Juga :   Ramadhan Dokrak Penjualan Mobil

Sementara itu Kepada Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Sumsel, H Rodi Apriadi juga mengamini masalah yang dihadapi petani beragam salah satunya harga karet murah.

Dia mengatakan harga karet saat ini Rp 5-6 ribu per kilo, pasal idealnya harga karet minimal Rp 12 ribu per kilo. Masalah lain yang dihadapi petani yakni panjangnya mata rantai pemasaran karet dari petani hingga pabrik sehingga membuat harga jual tingkat petani rendah karena harus mengeluarkan biaya transportasi yang besar dijual ke pabrik. Produksi karet juga rendah 1.200 kg per hektare, padahal idealnya 1.800 kg per haktare. Belum lagi kadar karet rendah dan kelembagaan yang rendah karena baru terbentuk 267 UPPB dari target 2330 desa potensial karet.

“Sumsel daerah terbesar di Indonesia yang memiliki kebun karet mencapai 1,3 juta hektare kebun karet yang tersebar di seluruh Sumsel,” ujarnya. (May)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Maya

Avatar

Check Also

Lindung Nilai, BNI Tawarkan Perlindungan Kas Nasabah dari Pergerakan Pasar Keuangan

Palembang, Detik Sumsel – Pandemi Covid-19 membuat kondisi perekonomian global menjadi tidak menentu. Kondisi ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jajaran Redaksi Media Online DetikSumsel.com mengucapkan Sumpah Pemuda