Detik
Pemprov
Muhammad Apriadi, SH dan Agung Sulaiman, SH MH, saat mendatangi Polsek Merapi, Lahat. Foto Istimewa

Keluarga Ehwani Minta Jon Dihukum Mati 

Lahat, Detik Sumsel — Tewasnya Ehwani (50) warga Banjar Sari Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Senin (6/7) lalu setelah dibantai oleh Joniansyah (39) Warga Desa Kebur, Kecamatan Merapi Barat, Lahat, beberapa waktu lalu. Rupanya masih meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban.

Pasalnya, selaku tulang punggung keluarga, Ehwani bukan hanya meninggalkan istri tercinta, sejumlah anaknya kini terpaksa kehilangan sosok sang ayah. Apalagi ada anak Ehwani, masih duduk dibangku SMA.

“Kondisi pihak keluarga saat ini, masih dalam berduka. Ya sangat terpukul, apalagi korban meninggal dengan cara tragis,” ujar pengacara keluarga Ehwani, Muhammad Apriadi SH, didampingi rekannya Agung Sulaiman SH MH, Kamis (16/7).

Baca Juga :   Kejati Sumsel Komitmen Akan Tuntut Hukuman Mati Bandar Narkoba

Dikatakan Apriadi, kondisi antara kedua pihak keluarga saat ini adem-adem saja. Kendati tidak ingin menyimpan dendam, pihak keluarga berharap pelaku dihukum seadil-adilnya sesuai dengan perbuatannya. Sedangkan terkait proses hukum, pihaknya menyerahkan sepenuhnya perkara ini kepada penyidik Polsek Merapi Barat. Untuk mengusut siapa saja yang terlibat dalam pembunuhan ini berdasarkan bukti bukti yang ada.

“Hukuman mati, itu yang pantas untuk pelaku. Selain berencana, pelaku dengan sadis membunuh almarhum yang sudah tak berdaya, saat kejadian terjadi. Pihaknya akan terus mengawal perkara ini sampai punya putusan hukum tetap,” tegasnya.

Baca Juga :   Pelaku Pembunuh Vera Oktaria Diduga Oknum TNI, Ini Tanggapan Kapendam II / Sriwijaya

Sebelumnya, Anggota Polres Lahat berhasil membekuk Joniansyah, lantaran membunuh Ehwani, di tempatnya bekerja di salah satu perusahaan. Dihadapan Kapolres Lahat Joni menceritakan bagaimana kronologi ia menghabisi nyawa Ehwani. Bahkan, saat diminta memperagakan, emosi Joni terhadap nama korban tampak terlihat. Tanpa rasa menyesal, Joni menceritakan setiap detail kejadian.

“Motifnya karena dendam, dimana pelaku tahun 2019 lalu sempat dikeroyok korban dan adik korban hingga cacat dibagian kaki. Tersangka kita jerat pasal pembunuhan berencana, dengan ancaman minimal 20 tahun penjara,” kata Kapolres Lahat, AKBP Irwansyah MH CLA, saat pres rilis beberapa waktu lalu. (heru).

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Heru Senovlan

Avatar

Check Also

Kader HMI Cabang Palembang Resmi Jadi Kandidat Ketum PB HMI

Palembang, Detik Sumsel – Salah satu kader terbaik Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palembang, Hary …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *