Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Pendidikan Keliling Kampus, Kampanyekan Open Source untuk Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa

Keliling Kampus, Kampanyekan Open Source untuk Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa

Tanggal : Pukul :
141
0
CEO PT. Equnix Business Solutions, Julyanto Sutandang saat menggelar kampanye edukasi software Open Source dengan tema “Sosialisasi Implementasi Open Source di Perbankan dan Bisnis” di Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, pada 18-19 November 2019.

Palembang, Detik Sumsel- PT. Equnix Business Solutions, penyedia teknologi software database Open Source berbasis PostgreSQL, menggelar kampanye edukasi software Open Source dengan tema “Sosialisasi Implementasi Open Source di Perbankan dan Bisnis” di Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan, pada 18-19 November 2019.

Kampanye edukasi berformat seminar tersebut dihadiri oleh mahasiswa dan dosen dari Universitas Sriwijaya, Politeknik Negeri Sriwijaya, Universitas Bina Darma, Universitas Muhammadiyah Palembang, Universitas Indo Global. Kampanye edukasi tersebut merupakan inisiatif PT. Equnix Business Solutions untuk memberikan edukasi kepada para mahasiswa tentang peran penting solusi software Open Source sebagai alternatif terkini di lingkungan bisnis dan turut serta meningkatkan daya saing sumber daya manusia, serta mendorong para mahasiswa menjadi seorang technopreneur.

“Di era disrupsi dan Revolusi Industri 4.0 saat ini, lingkungan bisnis menghadapi banyak perubahan yang membutuhkan kecepatan dalam merespon, menyikapi maupun menjawab perubahan tersebut,” kata Julyanto Sutandang, CEO PT. Equnix Business Solutions. Ia menambahkan bahwa para mahasiswa, terutama yang terkait dengan teknologi, perlu mengembangkan diri untuk menghadapi tantangan yang dinamis.

Hal senada diungkapkan pula oleh Dekan Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya, Prof. Ir. Subriyer Nasir, M.S., Ph.D. “Kami menyambut baik penyelenggaraan seminar ini yang diharapkan mampu membuat para mahasiswa lebih gesit mengembangkan diri dan menjawab tantangan tren masa depan yang dinamis, terutama di dunia bisnis dan perbankan,” ujarnya dalam sambutan pembukaan acara seminar edukasi software Open Source. Ia juga menyampaikan bahwa seminar edukasi ini bisa memberikan bekal persiapan dini bagi para mahasiswa untuk memahami kebutuhan sumber daya TI di dunia bisnis dan perbankan serta memberikan gambaran alternatif bisnis yang dapat dikembangkan oleh para mahasiswa teknik, khususnya TI, untuk menjadi seorang technopreneur.

Kian pesatnya pertumbuhan perusahaan rintisan (startup) teknologi yang didorong oleh program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital oleh pemerintah telah meningkatkan kebutuhan tenaga kerja di bidang Teknologi Informasi (TI). Menurut 1000startupdigital.id, Indonesia memiliki 2.079 perusahaan rintisan yang menempatkan Indonesia di posisi ke-5 dunia setelah Kanada. Namun terjadi kesenjangan karena tingginya kebutuhan tenaga ahli TI tersebut tidak dapat seluruhnya dipenuhi sehingga banyak perusahaan teknologi yang merekrut tenaga ahli dari luar negeri.

Baca Juga :   Mudahkan Pencari Kerja, Kominfo Luncurkan SIMONAS

“Lingkungan pendidikan tinggi, terutama yang terkait dengan teknologi, memerlukan pelatihan yang tepat untuk meningkatkan kompetensi guna mencetak technopreneur dan sumber daya manusia berdaya saing di era disrupsi dan Revolusi Industri 4.0. Kampanye edukasi tentang software Open Source diharapkan bisa memberikan pengetahuan kepada para mahasiswa tentang manfaat dan efisiensi software Open Source di lingkungan bisnis,” kata Drs. Zakaria, Anggota Komisi IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Teknologi Informasi, Politeknik Negeri Sriwijaya.

Kampanye edukasi software Open Source kali ini menjadi yang pertama diselenggarakan di pulau Sumatera. Penyelenggaraan kampanye edukasi software Open Source di pulau Sumatera ini penting karena menjadi domisili perusahaan rintisan terbanyak kedua setelah pulau Jawa dengan porsi 11,53 persen dari 2.079 perusahaan rintisan di Indonesia menurut data dari 1000startupdigital.id. Pengetahuan tentang software Open Source tentunya akan berguna bagi para mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang dibutuhkan perusahaan rintisan.

Tidak dimungkiri bahwa software Open Source kian populer terutama di organisasi bisnis. Menurut temuan Open Source Program Survey, perusahaan-perusahaan besar menjadi motor pengadopsian software Open Source. Disebutkan pula bahwa perusahaan besar memiliki kecenderungan hingga dua kali lebih besar untuk menggunakan software Open Source dibandingkan dengan perusahaan kecil. Hal tersebut menunjukkan bahwa software Open Source mampu memberikan dampak positif terhadap jalannya operasional bisnis.

Memiliki sifat yang terbuka, software Open Source digerakkan oleh banyak profesional TI di seluruh dunia yang memungkinkan metode produksi dan distribusi software mampu lebih unggul daripada metode komersial biasanya. Model software Open Source yang memungkinkan kode software diakses publik juga mampu meningkatkan keamanannya secara signifikan karena setiap rongga keamanan bisa ditemukan dan diperbaiki dengan cepat. Namun, keunggulan paling mendasar dari software Open Source adalah keandalannya yang tinggi sehingga ideal digunakan pada organisasi bisnis.

Meskipun tidak semua software Open Source bisa dibilang sama karena dikembangkan oleh kelompok berbeda dengan beragam tingkat keahlian, namun sifatnya yang terbuka memungkinkan banyak orang menemukan kekurangan dan melakukan perbaikan. Di bawah pengamatan ribuan programmer yang berkontribusi di dalam komunitas Open Source maka memungkinkan munculnya cara baru untuk memperbaiki software dan meningkatkan keandalannya. Hal tersebut membuat software Open Source relatif lebih andal dibandingkan software Closed Source.

Baca Juga :   Pawai Takbir, Bawa Obor Keliling Kampung

Software Open Source telah menunjukkan keandalannya saat digunakan pada kondisi dengan perubahan cepat di era internet. Banyak layanan umum internet seperti server web dan e-mail menggunakan software Open Source. Lebih dari 85 persen server web di internet menjalankan software Open Source, Apache, dan NGINX. Kemudian ada Linux untuk sistem operasi, PostgreSQL untuk database, dan PHP untuk bahasa pemrograman. Itu menunjukkan bahwa software berkualitas tidak hanya berasal dari perusahaan software berbayar dan bisa dibuat secara kolaboratif.

Software Open Source merupakan pilihan yang tidak terelakkan, masa depan akan sangat bergantung pada software Open Source. Saat ini, dunia sedang berevolusi menuju otomatisasi di segala bidang dan saling terkoneksi yang selurunya dimungkinkan oleh adanya software Open Source. Faktor kunci Revolusi Industri 4.0, seperti Internet of Things (IoT), Big Data, dan Artificial Intelligence (AI) memerlukan keberadaan software Open Source sebagai infrastruktur yang mumpuni.

“Open Source lebih banyak diadopsi oleh negara maju, karena memberikan keuntungan yang sangat besar, efisiensi tinggi, dan mengurangi biaya riset yang mahal. Negara kita jangan sampai ketinggalan, kita harus cepat menguasai Open Source agar dapat sejajar dengan negara maju lainnya di masa mendatang,” kata Julyanto Sutandang, CEO PT. Equnix Business Solutions. Ia menambahkan bahwa saat ini software Open Source masih menjadi pilihan anlternatif, namun di masa mendatang software Open Source akan diadopsi menjadi solusi utama, sehingga jika tidak dimulai dari sekarang maka akan sangat terlambat mempelajari software Open Source. “Dengan memanfaatkan Open Source kita dapat meningkatkan daya saing dan kulitas produk kita,” imbuh Julyanto.(ril)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here