Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Anggota Satlantas Lahat menunjukkan cara berkendara yang baik dan benar kepada komunitas otomotif di lahat‎. Foto Heru/DS Kelalaian Pengendara, Picu Meningkatnya Angka Kecelakaan di Lahat Lahat, Detik Sumsel -- Angka kecelakaan lalu lintas diwilayah hukum Polres Lahat, kian meningkat. Per September tahun ini saja sudah terjadi 61 kasus, korban meninggal dunia (MD) sebanyak 49 orang, 22 luka berat (LB), 51 luka ringan (LR), kerugian material mencapi Rp 151 juta 900 ribu. Angka ini diatas dari tahun 2017, dan tahun 2016. "Benar, tahun ini angka kecelakaan meningkat. Jumlah korbannya pun meningkat," ujar Kapolres Lahat, AKBP Roby Karya Adi SIK, melalui Kasat Lantas, AKP Dani Prasetya, Selasa (15/10). Dani membeberkan, untuk tahun 2016 saja ada 50 kasus, dengan korban MD 37 orang, LB 21 orang, LR 42 orang, taksiran kerugian material Rp 140 juta. Angka ini mulai meningkat ditahun 2017 sebanyak 58 kasus. Dengan korban MD 48 orang, LB 22 orang, LR 42 orang, dan kerugian material Rp 244 juta. "Untuk menekan angka kecelakaan lantas ini, kita terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya melalui sosialisasi safety driving, di sekolah-sekolah maupun komunitas otomotif di lahat," beber Dani. Disinggung penyebab meningkatnya angka kecelakaan, Dani mengatakan, selain tekstur jalan, ditambahnya banyaknya truk berukuran besar yang berbagi jalan dengan pengendara lain. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, mayoritas peristiwa kecelakaan disebabkan oleh kelalaian pengemudi kendaraan. "Mulai dari kondisi fisik lelah, hingga akibat kurang konsentrasi selama mengemudi. Belum lagi karena kendaraan tidak layak jalan, mulai dari persoalan rem hingga komponen lainnya," tutupnya. (heru).‎

Kelalaian Pengendara Penyebab Utama Kecelakaan

Lahat, Detik Sumsel — Angka kecelakaan lalu lintas diwilayah hukum Polres Lahat, kian meningkat. Per September tahun ini saja sudah terjadi 61 kasus, korban meninggal dunia (MD) sebanyak 49 orang, 22 luka berat (LB), 51 luka ringan (LR), kerugian material mencapi Rp 151 juta 900 ribu. Angka ini diatas dari tahun 2017, dan tahun 2016.

“Benar, tahun ini angka kecelakaan meningkat. Jumlah korbannya pun meningkat,” ujar Kapolres Lahat, AKBP Roby Karya Adi SIK, melalui Kasat Lantas, AKP Dani Prasetya, Selasa (15/10).

Baca Juga :   Pembunuh Zainal Abidin, Rupanya Menantunya Sendiri

Dani membeberkan, untuk tahun 2016 saja ada 50 kasus, dengan korban MD 37 orang, LB 21 orang, LR 42 orang, taksiran kerugian material Rp 140 juta. Angka ini mulai meningkat ditahun 2017 sebanyak 58 kasus. Dengan korban MD 48 orang, LB 22 orang, LR 42 orang, dan kerugian material Rp 244 juta.

“Untuk menekan angka kecelakaan lantas ini, kita terus melakukan berbagai upaya. Salah satunya melalui sosialisasi safety driving, di sekolah-sekolah maupun komunitas otomotif di lahat,” beber Dani.

Baca Juga :   Diduga Serangan Jantung, JCH Asal OKI Meninggal Dunia di Mekkah

Disinggung penyebab meningkatnya angka kecelakaan, Dani mengatakan, selain tekstur jalan, ditambahnya banyaknya truk berukuran besar yang berbagi jalan dengan pengendara lain. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, mayoritas peristiwa kecelakaan disebabkan oleh kelalaian pengemudi kendaraan.

“Mulai dari kondisi fisik lelah, hingga akibat kurang konsentrasi selama mengemudi. Belum lagi karena kendaraan tidak layak jalan, mulai dari persoalan rem hingga komponen lainnya,” tutupnya. (heru).‎

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Heru Senovlan

Avatar

Check Also

Hadiri Puncak Hari Santri Nasional, HD Minta Santri Manfaatkan Teknologi

Palembang, Detik Sumsel – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru meminta para santri di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *