Gran Fondo
Kejari Palembang Asmadi SH MH Foto Bersama Peserta Diklat SPPA . F :Poetra / Detik Sumsel
Kejari Palembang Asmadi SH MH Foto Bersama Peserta Diklat SPPA . F :Poetra / Detik Sumsel

Kejari Palembang Kordinasi Update Sistem Peradilan Anak Bersama 7 Unsur

Palembang, Detik Sumsel,– Demi sistem penanganan perkara yang lebih baik, Kejaksaan negeri kota Palembang menyelenggarakan diklat terpadu Sistem Penanggulangan Perkara Anak (SPPA) di Gedung Kejaksaan Negeri Palembang, (16/11).

Acara yang diadakan bersama semua elemen baik Kejaksaan, Pengadilan, Pengacara atau LBH dan Kepolisian serta unsur lainnya dipimpin langsung Kajari Kota Palembang Asmadi SH MH didampingi Kasipidum Satria Irawan sebagai narasumber.

Dijelaskan Asmadi Ini adalah sosialisasi bentuk pembaharuan yang ada dalam Hukum Pidana Indonesia adalah pengaturan tentang hukum pidana dalam perspektif dan pencapaian keadilan kepada perbaikan maupun pemulihan keadaan setelah peristiwa dan proses peradilan pidana yang dikenal dengan keadilan restoratif (restoratif justice) yang berbeda dengan keadilan retributif (menekankan keadilan pada pembalasan) dan keadilan restitutif (menekankan keadilan pada ganti rugi). 

Menurut Asmadi dalam penguraiannya Apabila ditinjau dari perkembangan ilmu hukum pidana dan sifat pemidaan modern, telah memperkenalkan dan mengembangkan apa yang disebut pendekatan hubungan Pelaku-Korban atau “Doer-Victims” Relationship. Suatu pendekatan baru yang telah menggantikan pendekatan perbuatan atau pelaku atau “daad-dader straftecht ”,Ahli hukum telah memperkenalkan formula keadilan khususnya dalam penegakkan HAM, bahwa ada 3 aspek pendekatan untuk membangun suatu sistem hukum dalam rangka modernisasi dan pembaharuan hukum, yaitu segi struktur (structure), substansi (substance) dan budaya (legal culture) yang kesemuanya layak berjalan secara integral, simultan dan paralel.,” Jelas Asmadi.

Baca Juga :   Kapolda Sumsel Tinjau Ruang Medical Chek Up untuk Purnawirawan Polri di RS Bhayangkara

Di uraikan Asmadi selain sosialisasi Aplikasi SPPA Anak ia menjelaskan jika anak  bagian warga Negara yang harus di lindungi karena mereka merupakan generasi bangsa yang dimasa yang akan datang akan melanjutkan kepemimpinan bangsa Indonesia. Setiap anak disamping wajib mendapatkan pendidikan formal seperti sekolah, juga wajib mendapatkan pendidikan moral sehingga meraka dapat tumbuh menjadi sosok yang berguna bagi bangsa dan negara.

Sesuai dengan ketentuan Konvensi Hak Anak (Convention on the Rights of the Child) yang diratifikasi oleh pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 36 Tahun 1990, kemudian juga dituangkan dalam Undang – Undang Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak dan Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak yang kesemuanya mengemukakan prinsip-prinsip umum perlindungan anak,” Yaitu non diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, kelangsungan hidup dan tumbuh kembang dan menghargai partisipasi anak.”Jelasnya.

Masih di tambakan Asmadi menurutnya Perlindungan hukum bagi anak dapat dilakukan sebagai upaya perlindungan hukum terhadap berbagai kebebasan dan hak asasi anak. Perlindungan terhadap anak ini juga mencakup kepentingan yang berhubungan dengan kesejahteraan anak. Perlindungan anak-anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), merupakan tanggung jawab bersama aparat penegak hukum.

Baca Juga :   Sedang Tahap Normalisasi, Jembatan Congking Terputus

“Tidak hanya anak sebagai pelaku, namun mencakup juga anak yang sebagai korban dan saksi. Aparat penegak hukum yang terlibat dalam penanganan ABH agar tidak hanya mengacu pada Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Sistem Peradilan Pidana Anak atau peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan penanganan ABH, namun lebih mengutamakan perdamaian daripada proses hukum formal yang mulai diberlakukan 2 tahun setelah UU SPPA diundangkan atau 1 Agustus 2014 (Pasal 108 UU No. 11 Tahun 2012). “Tegasnya.(vot)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Poetra

Avatar

Check Also

Operasi di Selat Malaka Koopssus TNI Berhasil “Bebaskan” Sandera

Palembang, Detik Sumsel — Pasukan Komando Operasi Khusus (Koopsus) TNI bawah kendali Dankoopsus Mayjen TNI …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *