Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Musi Rawas Sempat Viral, Kebun Bunga Merasi Tak Lagi Menawan

Sempat Viral, Kebun Bunga Merasi Tak Lagi Menawan

Tanggal : Pukul :
1087
0
Detiksumsel/DP - Kondisi bunga Celosia yang kering di Kebun Bunga Reysa Kabupaten Musi Rawas.

Musirawas, Detik Sumsel — Kebun bunga di Kabupaten Musi Rawas (Mura) sempat viral beberapa bulan terakhir. Sejumlah sawah di daerah yang dikenal sebagai Merasi ini, disulap pemiliknya menjadi kebun dengan bunga Celosia dan Matahari.

Ornamen semisal kincir angin dan jembatan kayu menambah sesi berswafoto semakin asyik. Namun sayang, beberapa kebun bunga di titik yang berbeda, mulai tutup. Tak panjangnya usia bunga yang ditanam, ditambah adanya dugaan penyemprotan racun oleh orang yang tidak dikenal, membuat kebun itu pun tak lagi ramai pengunjung.

Seperti Kebun Bunga Reysa, yang berada di Desa G1 Mataram Kecamatan Tugumulyo. Saat Detik Sumsel berkunjung pada Sabtu (23/02) sore, hamparan bunga Celosia mulai mengering. Paduan bunga berwarna merah dan kuning itu kini berubah warna menjadi cokelat.

Cukup sulit menemukan spot foto yang penuh dengan bunga segar. Menurut Herlina, pemilik Kebun Bunga Reysa, kebun bunga yang berpadu dengan hamparan padi berwarna hijau itu, mulai mengering sejak Selasa (19/02) malam.

Seorang pengunjung berfoto dengan latar Kebun Bunga Reysa, Musi Rawas, Sabtu (23/02) sore.

Aroma racun tanaman terasa menyengat ketika ia datang ke kebunnya pada Rabu (20/02) pagi. Bunga yang diprediksi baru akan layu pada akhir Maret mendatang itu, mendadak berubah warna menjadi cokelat. Semakin hari, kebunnya semakin tak menarik. Pengunjung pun mulai berkurang.

“Padahal tadi ada rombongan dari Lahat, tiga bus. Mereka kecewa lihat kebun bunga kita mati seperti ini, padahal seminggu lalu ada dari mereka yang datang, katanya bagus sekali,” ucapnya.

Ia menduga ada orang yang tidak senang dengan kebunnya yang semakin banyak menarik pengunjung. “Mungkin Senin nanti sudah kami tutup. Rasanya tidak baik tetap dibuka, orang bayar tetapi bunganya tidak dalam kondisi baik,” katanya.

Meski begitu, Herlina mengaku akan tetap menjadikan lahannya sebagai kebun bunga. Ia dan suaminya tetap akan menanam bunga Celosia, meski mungkin akan mengubah konsepnya.

“Modalnya buat kebun bunga seperti ini sekitar Rp 40 juta. Kalau pendapatan kita per hari bisa lah Rp 1 juta, kalau weekend atau tanggal merah sampai Rp 5 juta,” ucapnya.

Kebun bunganya ini cukup populer dan berhasil menarik pengunjung dari banyak daerah. Tak hanya pengunjung dari Palembang, Bengkulu, serta Medan. Ada pula wisatawan mancanegara dari Malaysia dan India yang suka mengabadikan foto di kebunnya ini. (DP)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here