Pemerintah Kabupaten Banyuasin Siap Menyukseskan Asian Games Tahun 2018

Karyawan Outsourcing Harus Sejahterah

0
86
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Hafisz Tohir saat memberikan sambutan dalam seminar nasional bersama Hafisz Tohir dan kepala OJK Regional Sumsel di Hotel Raden, Minggu (04/11)

Palembang, Detik Sumsel – Transparansi  keuangan dan akuntabilitas harus dimiliki oleh suatu perusahaan agar outsourcing lebih sejahterah. Pasalnya, secara keuangan karyawan outsourcing belum memiliki penghasilan yang memadai, oleh karena itu harus mendapatkan perlindungan dari negara.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Hafisz Tohir  saat memberikan sambutan dalam seminar nasional bersama Hafisz Tohir dan kepala OJK Regional Sumsel di Hotel Raden, Minggu (04/10).

“Negara belum dapat mensejahterakan rakyat karena keuangan negara defisit, karena uang yang masuk dan keluar tidak seimbang, oleh karena itu karayawan outsourcing harus dilindungi keselamatan kerja dan kesehatan, paling tidak mendapatkan BPJS Kesehatan dan ketenagakerjaan yang diatur dalam UUD,” kata Hafisz.

Politisi PAN ini menerangkan, potensi angkatan kerja yang dimiliki oleh kabupaten Banyuasin sangat potensial, oleh karena itu untuk menmapung SDM yang ada pihaknya mendorong pemerintah maupun pengusaha untuk membuka lapangan kerja.

Baca Juga :   Internet Pengaruhi Politik dan Demokrasi

“Padat karya paling besar untuk dibuka di Banyuasin, agar ada kesempatan kerja, yang penting jangan membuka lapangan kerja yang mengiurkan keuntungan sesaat namun akhirnya bangkrut, bagimana bisnis yang benar dan pengelolaan keuangan yang baik ini terus diberikan pendidikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, dari sisi pemerintah, pengelolaan keuangan dan laporan di Desa sudah sangat baik itu dari sisi pemerintahan, namun dari sisi swasta juga diperhatikan. “Ini dapat dilakukan oleh lembaga Kadin sehingga dapat memberikan gambaran dalam pengelolaan oleh swasta,” ungkapnya.

Direktur Tiga Semesta Alama (TSA), Tismon Sugiarto mengatakan, meski baru satu tahun berjalan, namun TSA sudah banyak berkontribusi untuk beberapa perusahaan mengingat permintaan tenaga outsourcing sangat tinggi dan TSA satu-satunya yang ada di Sumsel

“Kami telah mengirimkan karyawan outsourcing untuk dibeberapa perusahaan. Kedepan diharapkan akan semakin tinggi perusahaan yang akan bekerjasama denganTSA, dan yang hadir pada seminar ini bukan hanya dari karyawan TSA namun juga ada dari perusahaan lain,” kata Tismon.

Baca Juga :   Caleg DPR RI Ini Berikan Apresiasi Kepada Para Seniman Palembang

Sementara itu, Direktur pengawasan OJK Sumsel, Sabil lebih menyoroti soal investasi bodong karena investasi bodong targetnya dari semua kalangan bukan hanya orang muda maupun tua. “Harus hati-hati menggunakan medsos, karena disitu banyak sekali investasi-investasi yang bodong,” ujarnya.

Dijelaskannya, marketing investasi bodong banyak melibatkan banyak orang atau berantai sehingga mereka bekerjasama dengan melibatkan banyak orang. “Seperti kasus Abu tour and travel yang banyak melibatkan, mereka memiliki member, kemudian memberikan bonus yang sangat mengiurkan,” tuturnya.

Selanjutnya untuk menarik konsumen, mereka menggunakan publik figur seperti kepala daerah dan artis, sehingga semakin memberikan kepercayaan kepada lembaga tersebut untuk meraih simpati konsumen. “Oleh karena itu masyarakat harus melakukan penelitian, manfaat dan resiko dan apakah lembaga tersebut resmi atau tidak,” tukasnya. (Ril)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here