Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Kriminal Kapolda Sumsel: Saat Penggerebekan Polsek Pemulutan Tidak Berkoordinasi dengan Polresta Palembang

Kapolda Sumsel: Saat Penggerebekan Polsek Pemulutan Tidak Berkoordinasi dengan Polresta Palembang

Tanggal : Pukul :
2247
0
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat memberikan keterangan pers dihadapan Wartawan

Palembang, Detik Sumsel — Insiden salah tembak yang dilakukan oleh anggota Polsek Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir terhadap Ariansyah (23) hingga meninggal dunia pada Senin (8/10) pagi di Jalan KH Azhari, belakang bakso Juve, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang mendapatkan perhatian serius dari Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara.

Bahkan sebelum memberikan statmen kepada wartawan mantan Kapolda Riau ini mengucapkan turut berbela sungkawa atas nama Kapolresta Palembang, Kapolres Ogan Ilir dan dirinya pribadi kepada keluarga korban yang ditinggalkan.

“Untuk mengetahui apakah korban memang tertembak tentunya akan dibuktikan dulu dengan penyelidikan dan penyidikan. Dan saya sudah bentuk tim dari Propam dan Labfor Polri turun untuk menyelidiki peristiwa ini, termasuk mengoutopsi jenazah almarhum untuk mencari proyektil peluru dileher almarhum,”katanya kepada wartawan Senin (8/10) sore.

Anggota Polsek Pemulutan, mau menangkap pelaku pembunuhan diwilayah Pemulutan Barat setelah mengumpulkan bukti dan saksi pelaku nya dipastikan bernama Sukri alias Maman.

“Pada Minggu malam Kapolsek Pemulutan mendapatkan informasi bahwa pelaku Sukri alias Maman berada di Palembang tepatnya dikawasan 7 Ulu disalah satu rumah biliyard. Namun saat dilakukan penggerebekan ada orang yang berlari sambil mengacungkan pisau tapi sudah diberikan tembakan peringatan,”tambahnya.

Lanjutnya, baru sekitar pukul 06 : 00 WIB pihak Polresta Palembang menerima laporan adanya salah satu warga atas nama Ariansyah ditemukan tergeletak dalam keadaan meninggal dunia dengan luka tembak dibagian leher.

“Tim yang sudah saya bentuk dan saat ini masih bekerja mengumpulkan bukti bukti. Jika memang nanti nya polisi salah prosedur saat melakukan penangkapan maka sanksi nya jelas baik pidana umum maupun etika profesi segera dijatuhkan kepada anggota Polri yang lalai dalam menjalankan tugasnya,”jelasnya.

Kalapun memang salah tembak anggota yang bertugas saat itu dan melihat korban, tidak boleh ditinggalkan begitu saja harus segera dilarikan ke rumah sakit jangan langsung ditinggalkan apalagi ditinggal cukup lama.

“Jika sudah ditemukan proyektil peluru yang ada di leher almarhum nanti akan terungkap siapa yang salah tembak,”bebernya.

Yang sangat disayangkan penggerebekan yang dilakukan oleh Polsek Pemulutan mereka tidak ada koordinasi wilayah karena penggerebekan yang dilakukan oleh Polsek Pemulutan merupakan wilayah hukum Polresta Palembang.

“Koordinasi wilayah itu wajib dan merupakan Standar Operasional Prosedur yang harus dilakukan oleh polisi saat memasuki wilayah hukum yang tidak masuk wilayah hukum nya dan Polsek Pemulutan tidak berkoordinasi dengan Polresta Palembang sebelum melakukan penggerebekan,”pungkasnya.(oji) 

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here