Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Kriminal Jual Kucing Hutan di Facebook, Dedy Mizwar Diamankan

Jual Kucing Hutan di Facebook, Dedy Mizwar Diamankan

Tanggal : Pukul :
362
0
Dedy Mizwar pelaku jual beli satwa liar dilindungi saat diserahkan ke Ditreskrimsus Polda Sumsel dan barang bukti dua ekor kucing hutan miliknya

Palembang, Detik Sumsel – Subdit II Ekonomi Dit Intelkam Polda Sumsel dipimpin langsung AKBP Dra BR Sagala MH mengamankan terduga pelaku perdagangan satwa langka jenis kucing hutan (Felis Bengalensis) di Jalan Parameswara, Kecamatan Ilir Barat I tepatnya di loket bus Limbersa Kamis (16/8) sekitar pukul 20.45 WIB.

Pelaku tersebut adalah Dedy Mizwar (29) warga Desa Tanjung Agas Dusun II RT 04 Kecamatan Tanjung Raja, Ogan Ilir. Modus penjualan yang dilakukan nya yakni melalui media sosial Facebook milik pelaku.

“Melalui akun Facebook pelaku itulah anggota melakukan direct message (DM) memesan dua ekor kucing hutan dengan harga 500 ribu per ekor dan disepakati untuk bertemu di loket Limbersa JalanĀ  Parameswara,” ujar Kasubdit II Ek Dit Intelkam Polda Sumsel AKBP Drs BR Sagala MH.

Lanjutnya, setelah dipastikan pelaku membawa kucing hutan anggota langsung mengamankan pelaku dengan barang bukti dua ekor kucing hutan.

“Sesuai dengan maklumat Kapolri dan Pasal 40 Ayat 2 , Pasal 21 Ayat 2 UU RI No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup dan mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau diluar Indonesia,” jelasnya.

Untuk proses hukumnya dan pengungkapan jaringan lainnya, pelaku dan barang bukti berupa dua ekor kucing hutan sudah diserahkan ke Ditreskrimsus.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Dedy bisnis jual beli satwa langka yang dilakukannya sudah berjalan sekitar setahun. Selain kucing hutan ia juga menjual belikan musang pandan, berang- berang, Offset kepala rusa.

“Jual belinya lewat group Facebook danĀ  whatsapp nama group nya jual beli hewan hias. Hewan itu saya beli dari orang hasil tangkapan dari hutan, kebun tempat mereka tinggal dengan kisaran Rp 150.000 s/d Rp 500.000,” ujarnya.

Dirinya tergiur melakukan jual beli hewan langka karena harga jualnya yang tinggi sehingga menguntungkan dan dirinya belum pernah tersentuhan hukum dari aparat penegak hukum ataupun pemerintah terkait bisnis jual beli satwa dilindungi. (oji)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here