Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Liputan Khusus JNE Naik 200 Persen, Kantor Pos Kebanjiran Paket

JNE Naik 200 Persen, Kantor Pos Kebanjiran Paket

Tanggal : Pukul :
594
0
Tampak petugas kantor Pos menyusun paket yang akan dikirimkan ke luar Kota. (Foto: Tohir/Detik Sumsel)

Lipsus, Detik Sumsel- Tingginya kenaikan biaya angkut pesawat, mengharuskan pihak JNE menaikkan harga 30 persen lebih. Mulai 1 Januari lalu seluruh tarif ongkos pengiriman terpaksa melakukan penyesuaian 30-40 persen.

Brand Manager Tiki Cabang Palembang, Haris Djumadi menjelaskan, kenaikan ini merupakan akumulasi dari kenaikan yang sudah dilakukan airline terlebih dahulu. Untuk tarif Pangkal Pinang – Palembang saat ini sudah mencapai Rp 7.000 dari sebelumnya Rp 2.800 ribu dan berlaku untuk seluruh airline.

Jasa pengiriman titipan kilat (Tiki) saat melayani konsumen. (Foto: Tohir/Detik Sumsel)

PT Pos Indonesia juga ikut melakukan penyesuaian tarif. Risdayati, Kepala Kantor Pos Besar Merdeka Palembang mengatakan, penyesuaian tarif paket untuk menekan biaya operasional BUMN ini.

Meskipun saat ini sudah menerapkan tarif baru untuk paket pengiriman, Kantor Pos Merdeka Palembang masih kebanjiran paket barang yang akan dikirim pada Januari.

Dari data, untuk volume pengiriman justru mengalami peningkatan hingga 15 persen dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi ini juga dipengaruhi bisnis online yang banyak digemari oleh masyarakat.

Baca Juga :   Sedekah Ruwah Picu Harga Bahan Pokok Naik

“Untuk saat ini paket pengiriman Ekspres dari sebelumnya Rp 20 ribu per kg menjadi Rp 28 ribu perkg dan reguler dari Rp 17 ribu menjadi Rp 25 ribu,” bebernya.

Sementara, JNE sebagai salah satu alternatif utama bagi pelaku olshop, juga menaikkan tarif ongkir hingga 40 persen per kg.

Branch Manager JNE Cabang Palembang, Muhamad Daud menjelaskan, hampir seluruh maskapai penerbangan sudah memberlakukan kenaikan kargo dengan besaran signifikan dan bila dikalkulasi naik mencapai 200 persen.

“Dari Awal Desember sampai Januari ini saja sudah ada beberapa kali kenaikan, sebenarnya itu kan tidak dibenarkan, kalau begini caranya kasihan dengan para pelaku UMKM dan konsumen,” ujarnya.

Hanya saja, sampai saat ini JNE Palembang masih memberlakukan tarif pengiriman paket yang lama akibatnya perusahaan jasa logistik ini menanggung kerugian Rp 4.000-5.000 per kg.

“Sampai saat ini, kita belum melakukan penyesuaian tarif pengoriman paket. Kalaupun ada kenaikan, baru akan kita terapkan diawal Februari itupun tidak mendatang, itupun secara bertahap.” katanya

Baca Juga :   KPU Libatkan Bawaslu dan Polisi

Senada dengan pengelola J&T yang ikut menaikkan tarif ongkir. Yuli Purnama, Divisi HR J&T Palembang, menurutnya dengan adanya kebijakan ini pihaknya menaikan harga sesuai dengan kenaikan SMU, dan sebagian konsumen juga tahu kenaikan harga di setiap maskapai. Meski begitu, kenaikan harga untuk pengiriman melalui J&T tidak terlalu signifikan.

“Semua ekpedisi jasa angkutan pengiriman barang sudah info ke pihak maskapai. Keluhan dari kita juga udah kita sampaikan balik-balik mereka juga harus ikutin aturan, jujur sih kita merasa keberatan,” keluhnya.

Seharusnya, kata Yuli, pemerintah juga perlu mengkaji lagi terkait kebijakan tersebut, mengingat nasib orang yang baru mau mulai berbisnis online kalau harga jasa pengiriman naik.

“Masak harga kargo untuk ke wilayah kota sendiri mahal, gimana yang di luar kota, meski demikian tetap kualitas pelayanan kita prioritaskan,” pungkasnya. (May/Bra)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here