KPU Sumatera Selatan

Jepang dan China Kuasai Triathlon Perorangan Putri, Indonesia Finish Diurutan 17

0
544
Atlet asal Jepang, Yuko Takahashi berhasil menjadi yang tercepat di nomor perorangan putri, pada hari pertama cabang olahraga Triathlon Asian Games, Jum'at (31/8) pagi di Venue komplek olahraga Jakabaring Sport City (JSC). (M. Tohir/detiksumsel.com)
Atlet asal Jepang, Yuko Takahashi berhasil menjadi yang tercepat di nomor perorangan putri, pada hari pertama cabang olahraga Triathlon Asian Games, Jum'at (31/8) pagi di Venue komplek olahraga Jakabaring Sport City (JSC). (M. Tohir/detiksumsel.com)

Palembang, Detik Sumsel — Yuko Takahashi berhasil menjadi yang tercepat di nomor perorangan putri, pada hari pertama cabang olahraga Triathlon Asian Games, Jum’at (31/8) pagi di Venue komplek olahraga Jakabaring Sport City (JSC).

Atlet asal Jepang ini mencatatkan waktu terbaik 1:59:29 detik, dari tiga cabor yang dipertandingkan yaitu renang, sepeda dan marathon.

Sementara Medali perak direbut oleh Mengying Zhong dari China dengan selisih waktu 1:47 detik, atau 2:01:16 detik. Sedangkan medali perunggu diperoleh atlet asal Macau, China Long Hoi dengan catatan waktu 2:01:28 atau +1:59 detik.

Disisi lain, atlet Indonesia Andi Ameera Sayaka Cakravastia hanya mampu finish diurutan 17 dari 22 peserta, dengan perolehan waktu 2:38:54 detik atau +39:25 detik dari Yuko Takahashi yang meraih emas.

Atlet Indonesia Andi Ameera Sayaka Cakravastia harus puas finish diurutan 17 dari 22 peserta, pada pertandingan hari pertama cabor Triathlon Asian Games di komplek olahraga Jakabaring Sport City (JSC), Jum'at (31/8) pagi. (M. Tohir/detiksumsel.com)
Atlet Indonesia Andi Ameera Sayaka Cakravastia harus puas finish diurutan 17 dari 22 peserta, pada pertandingan hari pertama cabor Triathlon Asian Games di komplek olahraga Jakabaring Sport City (JSC), Jum’at (31/8) pagi. (M. Tohir/detiksumsel.com)

Terkait hasil ini, Manajer Cabor Triatlon Indonesia Arman Van Kempen mengaku tetap senang dan bangga atas pencapaian yang ditorehkan anak asuhnya tersebut, meskipun tidak berhasil mendapatkan medali.

Baca Juga :   Matangkan Atlet, Triathlon Tak Targetkan Medali

“Ameera ini masih muda, usianya baru 17 tahun dan masa depannya masih panjang di Triathlon. Bagi kami, dia bisa menyelesaikan lomba sampai selesai saja sudah cukup baik,”ungkapnya dibincangi usai perlombaan, Jum’at (31/8) siang.

Menurut dia, pada nomor ini pihaknya memang tidak membebankan target apapun kepada Ameera. Sebab even ini menurut dia, memang dijadikan sebagai try out dan menguji kemampuan anak didiknya tersebut.

“Dengan waktu persiapan hanya 4 bulan, pencapaian yang diperlihatkan Ameera sudah luar biasa sekali. Karena kita memang mempersiapkan dia untuk turun di Asian Games tahun depan di Filipina,”jelasnya.

Sebab ungkap Arman, tidak semua peserta mampu menyelesaikan perlombaan hingga selesai. Tercatat ada empat atlet yang tidak berhasil mencapai finish, seperti Yuka Sato (Jepang), Hye Rim Jeong (Korea Selatan), Bailee Brown (Hongkong, China) dan Alina Khakimova dari Uzbekistan.

Baca Juga :   Gubernur Pastikan Penutupan Asian Games di Palembang Meriah

Apalagi lanjut dia, persiapan yang dilakukan pihaknya tanpa adanya bantuan dari induk olahraga Triathlon. Bahkan hingga pelatnas Asian Games ke-18 selesai, dana yang dijanjikan tidak kunjung cair hingga sekarang.

“Kondisi ini membuat kita harus mengeluarkan biasa sendiri untuk keperluan training camp (TC). Untuk jumlahnya sekitar Rp 2 Miliar, uangnya berasal dari sumbangan dari pengurus cabor Triathlon, atlet, pelatih dan lainnya,”bebernya.

Sementara itu, Ameraa mengaku sangat bersyukur dirinya dapat menyelesaikan perlombaan hingga finish. Meskipun diakuinya, semua itu diperlukan kerja keras dan keyakinan.

“Alhamdulillah, walaupun tidak dapat medali tapi saya bisa menyelesaikannya sampai finish. Kedepan saya akan lebih giat berlatih, agar dapat memperoleh hasil yang lebih baik,” harapnya. (iyop)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here