Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Daerah Jenazah ABK yang Dilarung Dilautan, Ternyata Warga OKI

Jenazah ABK yang Dilarung Dilautan, Ternyata Warga OKI

Tanggal : Pukul :
591
0
Jenazah ABK yang Dilarung Dilautan, Ternyata Warga OKI
Pemkab OKI melalui pemerintahan desa mendatangi rumah korban ABK WNI yang dilarung ke laut, Jumat (8/5/2020)

# Pemkab OKI Siap Dampingi

Kayuagung, Detik Sumsel — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel siap mendampingi keluarga 2 Anak Buah Kapal (ABK) Long Xing 629 berbendera Cina yang dilarung ke laut.

Sekretaris Daerah (Sekda) OKI, H Husin, S.Pd mengatakan melalui Camat Sirah Pulau (SP) Padang, pihaknya sudah mendapat laporan terkait bagaimana keadaan keluarga 2 ABK tersebut.

“Kita akan dalami terkait kontrak kerja, hak-hak yang bersangkutan apakah sudah dipenuhi oleh perusahaan atau belum, termasuk soal asuransi dan kecelekaan kerja. Ya, tentu kita (Pemkab) akan mendampingi,” tutur Sekda Husin di Kayuagung Jum,at, (8/5/2020).

Baca Juga :   Heboh Penemuan Harta Karun di OKI, Polisi : "Itu Tidak Benar"

Sebelumnya, Kepala Desa Serdang Menang Kecamatan SP Padang OKI, Dodi Yansen membenarkan bahwa 2 orang ABK tersebut masing-masing Sepri (26) dan Ari (25) yang merupakan warganya.

Dodi melanjutkan kedua orang tersebut di atas bekerja di kapal melalui penyalur PT Karunia Bahari Samudra (KBS) yang berkedudukan di Kabupaten Pemalang Jawa Tengah dan dipekerjakan di kapal ikan merk FV Long Xing 629. Kemudian dipindahkan ke kapal merk Tian Yu Nomor 8.

Pada 29 Desember 2019, pihak keluarga (orang tua korban Sepri) dikabari oleh perwakilan dari pihak PT KBS dan suruh ke Pemalang Jawa Tengah.

Baca Juga :   Ini Penjelasan Gugus Tugas OKI Terkait Update Pasien Covid-19

“Pada 5 Januari 2020 keluarga berangkat ke Pemalang. Setibanya disana dikabari bahwa Sepri sudah meninggal dunia sekitar tanggal 21 Desember 2019 dan mayatnya sudah di larung dilaut,” ucap Dodi seraya mengatakan sama halnya juga dialami keluarga Ari.

Atas pemberitaan viral di media, lanjut Dodi, pihak keluarga merasa keberatan, terutama penyebab dari meninggalnya korban yang dikatakan sakit dan pemakaman dilakukan secara Islam.

“Keluarga mempertanyakan pernyataan agen penyalur dan hak-hak korban yang belum dipenuhi,” jelas Dody.(Iyan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here