Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Daerah Jembatan Tak Selesai, Akses Warga ke Kebun Terganggu

Jembatan Tak Selesai, Akses Warga ke Kebun Terganggu

Tanggal : Pukul :
96
0
Detiksumsel/Rendi -- Tampak jalan alternatif yang mulai menyempit, akibat ditumbuhi rumput liar, salah satu dampak terbengkalainya pembangunan jembatan jalan lintas timur.

Pagaralam, Detik Sumsel – Dampak dari pembangunan jembatan jalan lingkar timur yang terletak di Dusun Alun Dua Kelurahan Alun Dua Kecamatan Pagaralam Utara, yang sampai saat ini belum juga dilanjutkan, semakin membuat masyarakat merasa dirugikan.

Bahkan, bukan hanya warga sekitar yang merasa dirugikan, namun juga pengguna jalan juga khawatir mengalami kecelakaan akibat pengerjaan tersebut, apalagi saat musim hujan. Tidak sedikit pula aktvitas warga yang hendak pergi ke kebun, jadi terhambat karena licinnya kondisi jalan alternatif yang ada.

Pantauan di lapangan, selama ini jalan tersebut bisa dilintasi kendaraan namun. Akibat dari pengerjaan tersebut saat ini jalan tidak bisa dilewati, khususnya kendaraan roda empat. Tak hanya itu saat ini jalan mulai ditumbuhi rumput liar sehingga jalan menjadi sempit.

Fikri (33), salah satu warga setempat mengatakan, saat ini jalan aspal yang menghubungkan Desa Alun Dua dengan Kelurahan Besemah Serasan terbengkalai. Pasalnya hanya kendaraan para pemilik kebun kopi yang berani melintas.

“Sejak pembangunan Jembatan Lingkar Timur ini tidak dilanjutkan, jalan ini nyaris tidak terpakai lagi atau terbengkalai. Hanya kendaraan roda dua saja yang bisa melintas, itupun sudah sangat jarang, sedangkan kendaraan roda empat sudah tidak bisa lagi,” ujarnya, Kamis (11/7).

Dulunya selain sebagai jalan lintas, jalan ini juga digunakan masyarakat sebagai akses untuk mengangkut hasil pertanian karena memang banyak kebun warga yang melintasi jalan tersebut.

“Sekarang warga terpaksa harus memutar jauh agar bisa mengangkut hasil panen. Jika tidak ingin jauh warga terpaksa harus menggunakan motor,” katanya.

Hal senada dikatakan Deka (42) warga Besemah Serasan. Selain jalannya mulai sempit kondisi di kawasan itu juga sangat sepi. Hal ini karena sudah tidak ada lagi lalu lalang kendaraan.

“Kami berharap pemerintah dapat segera melanjutkan pembangunan jembatan tersebut agar jalan ini kembali bisa digunakan. Kami juga bisa kembali berusaha karena objek wisata Tebat Gheban bisa ramai lagi,” pungkasnya. (rendi)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here