Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Politik Jangan Ragu dengan Caleg Muda

Jangan Ragu dengan Caleg Muda

Tanggal : Pukul :
486
0
Qodri Usman (Pegang mix) Ngobrol Pintar dan Inspiratif (Ngopi) "Politisi Muda Di Pemilu 2019" Dipo Cafe, Sabtu (20/10) sore.

Palembang, Detik Sumsel – Banyak kalangan yang memandang sebelah mata atau underestimate dengan banyaknya kaum muda atau pemuda yang maju Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 sebagai Calon Legislatif (Caleg).

Tenyata pandangan tersebut terbantahkan saat Diskusi santai dan Ngobrol Pintar dan Inspiratif (Ngopi) “Politisi Muda Di Pemilu 2019” Dipo Cafe, Sabtu (20/10) sore.

Diskusi yang menghadirkan narasumber Diskusi caleg muda dan pengamat politik muda diantaranya, Calon DPD RI termuda Jialyka Maharani, kemudian Caleg Gerindra DPRD Banyuasin Noor Ishmatuddin, dan Caleg Hanura DPRD Sumsel Qodri Usman serta Direktur Eksekutif Musi Institute For Democracy Electoral (MIDE) Andika Pranata Jaya, S.Sos, M.Si,

Caleg Gerindra DPRD Banyuasin Noor Ishmatuddin, saat ini berusia 21 Tahun
Masih kuliah di UIGM Semester 5 mengungkapkan maju sebagai caleg berlatarbelakang terpanggil sebagai putra daerah dimana di wilayah asalnya tidak ada kaum muda yang berkompetisi di Pileg 2019 ini,

“Juga dorongan dari masyarakat, dengan umurnya yang masih minim pengalaman, menuntut saya lebih aktif turun langsung ke masyarakat,”ungkapnya

Sementara itu, Qodri Usman, Calon DPRD Sumsel Dapil Palembang A bahkan maju di dapil neraka tapi ia optimis walaupun dianggap caleg muda

“Saya ingin menepis anggapan bahwa Dapilnya bukanlah Dapil neraka seperti penilaian beberapa pihak. Tapi disisi lain saya juga bersependapat bahwa pertarungan di Dapilnya sangat luar biasa. saya meyakini dengan masyarakat yang heterogen serta potensi yang dimiliki dirinya beserta Tim,” Jelas Qodri yang saar ini jiga sebagai ketua Gema Hanura Sumsel

Walaupun di Dapil Neraka, dirinya tetap optimis meraih kursi, dimana pada Pileg tahun 2014 lalu, partainya (Hanura, red) tidak memperoleh kursi di DPRD.

Hal lain juga di sampaikan Calon DPD RI termuda Jialyka Maharani mengatakan
pencalonan dirinya ini sudah dipersiapkan 2 tahun yang lalu, dimana pada massa itu dia sudah beraktif berorganisasi baik di Karang Taruna dan Relawan Anti Narkoba.

“Jiwa organisatoris ini membuat saya optimis dan mampu mengemban amanah menyampaikan aspirasi masyarakat Sumsel.,” kata Zia sapaan akrabnya.

Selain itu, kata Zia naluri politik itu didapatinya dari keluarganya yang banyak terjun di dunia politik.
“Selain harus memiliki pemikiran dan ide progres serta kekreatifan, politisi muda itu juga harus mau mendengarkan, atau dengan kata lain punya kepedulian tinggi,” ujar Zia yang juga putri Bupati Ogan Ilir ini.

“Kita jangan underestimate terhadap meningkatnya jumlah kaum muda yang ikut berkompetisi di Pileg 2019 ini.” pungkasnya

Sementara itu, Direktur Eksekutif Musi Institute For Democracy Electoral (MIDE) Andika Pranata Jaya, S.Sos, M.Si, mengungkapkan Tingkat partisipasi kaum muda di Pemilu 2019 mendatang melonjak.

“Setidaknya, MIDE menyimpulkan ada 2 faktor yang menyebabkan peningkatan partisipasi kalangan pemuda ini, Yang pertama. sebagai jalan untuk mencari eksistensi, dan perlu diperhatikan adalah mampukah caleg dari kalangan muda bisa berkompetisi hingga eksistensi tersebut bisa bertahan, mereka harus mampu membawa sesuatu yg baru dan tentu harus kreatif sesuai dengan jiwa kaum muda.” jelasnya

Lalu, yang kedua, lanjut Andika, Politik di Sumsel yang sudah berubah menjadi lebih sangat dinamis, “para politikus lama harus mewaspadai potensi yang dimiliki caleg kaum muda.” pungkasnya (fir)

(fir)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here