Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Ekonomi Jangan Panic Buying, Stok Bahan Pangan Aman Selama PSBB dan Idul Fitri

Jangan Panic Buying, Stok Bahan Pangan Aman Selama PSBB dan Idul Fitri

Tanggal : Pukul :
290
0
Bank Indonesia lakukan media briefing melalui zoom bersama Media di Sumsel.
Bank Indonesia lakukan media briefing melalui zoom bersama Media di Sumsel.(maya/detiksumsel)

Palembang, Detik Sumsel – Pelaksanaan pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) telah diumumkan dan di laksanakan beriringan dengan perayaan Idul Fitri. Meskipun demikian pemerintah memastikan stok bahan pangan aman selama PSBB dan juga Idul Fitri.

Hal ini disampaikan pada media briefing melalui zoom bersama TPID Provinsi Sumatera Selatan untuk menyampaikan  perkembangan inflasi serta ketersediaan pasokan pangan dalam rangka menghadapi Hari Raya Idul Fitri dan penerapan PSBB.

Realisasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Sumatera Selatan tercatat deflasi pada level 0,15% (mtm), setelah pada bulan Januari-Maret 2020 mengalami inflasi. Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi volatile food  yang melambat karena penurunan harga cabai merah menyusul masuknya masa panen dan tingginya pasokan daging ayam ras di tengah kondisi permintaan yang menurun akibat pembatasan aktivitas, serta kelompok inti dan administered prices yang mencatat deflasi karena penurunan tarif angkutan udara seiring dengan penurunan permintaan.

“Dengan perkembangan tersebut, secara tahunan inflasi IHK Provinsi Sumatera Selatan pada April 2020 tercatat sebesar 0,76% (ytd) atau 2,48% (yoy) menurun dibandingkan dengan inflasi bulan lalu sebesar 3,15% (yoy),” kata Hari Widodo.

Hal ini tentunya tidak terlepas dari upaya TPID dan pihak terkait untuk mengambil langkah-langkah antisipatif dalam menjaga kecukupan ketersediaan stok komoditas utama, menjaga pola belanja bijak masyarakat, serta mencegah penimbunan bahan makanan.

Baca Juga :   Bagikan 650 Paket Sembako pada Warga Palembang, Prabumulih dan Lubuklinggau

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H ketersediaan pasokan komoditas pangan di Provinsi Sumatera Selatan mencukupi. “Saat ini, stok gula pasir dan stok beras di Provinsi Sumatera Selatan mencukupi dan tidak kekurangan,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan Iwan Setiawan.

Sedangkan untuk stok beras jelas Yudi Wijaya, Wakil Pimpinan Bulog Divre Sumsel Babel untjk Stok beras diSumsel surplus dan mencukupi kebutuhan masyarakat untuk 5 bulan kedepan.

“Khusus stok gula, saat ini tersedia 512 ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sumatera Selatan,” jelasnya.

Bulog Dirve juga telah melakukan operasi pasar gula di Pasar Km 5, Pasar Lembang, dan Pasar Cinde. Saat ini tidak terdapat kebijakan pembatasan jumlah pembelian gula pasir oleh masyarakat dan masyarakat dapat membeli gula serta komoditas lain secara online melalui Bulog.

Secara umum, kondisi stok komoditas pangan lainnya seperti beras, jagung, cabai merah, ayam, dan telur ayam cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini. “Hari Raya Idul Fitri pada tahun ini bertepatan dengan masa panen beberapa komoditas pangan, sehingga kebutuhan komoditas pangan tersebut dapat dipenuhi dari produksi petani dan peternak di Sumatera Selatan”, ujar Taufik Gunawan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan.

Baca Juga :   WFH Berdampak pada Penurunan Servis Kendaraan Hingga 50 Persen

Namun untuk komoditas bawang merah, Sumatera Selatan masih membutuhkan pasokan dari provinsi lain. Beni selaku perwakilan dari Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan menginformasikan “Produksi bawang merah saat ini masih defisit dimana stok saat ini hanya 121 ton sedangkan kebutuhan konsumsi mencapai 1.818 ton, namun untuk produksi beras dan cabai merah saat ini Sumatera Selatan dalam kondisi surplus,” terangnya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga bekerja sama dan saling bersinergi dengan pihak terkait untuk menjaga kelancaran distribusi komoditas pangan terutama pada saat pemberlakuan PSBB. Kelancaran distribusi bahan pokok penting akan diprioritaskan untuk menjaga ketersediaan pasokan.

Dalam menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pasokan jelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H dan pemberlakuan PSBB, Bank Indonesia bersama dengan TPID Provinsi Sumatera Selatan menghimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying dan tidak berbelanja kebutuhan lebaran yang berlebihan, karena Pemerintah telah menjaga ketersediaan pasokan bahan atau omoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat dalam jumlah yang cukup. (ril/May)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here