Pemprov
Drg Nurul Yunita

Jangan Abaikan Gigi Berlubang, Ini Cara Merawatnya

Palembang, Detik Sumsel – Gigi berlubang (Karies Gigi) merupakan satu masalah gigi dan mulut yang cukup mengganggu. Kebanyakan orang tidak menyadari akan kemunculan gigi berlubang. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskerdas) 2013, ditemukan sebanyak 25,9 persen penduduk Indonesia mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut. Sedangkan di Sumsel ditemukan sebanyak 19,5 persen penduduk yang mengalami kesehatan gigi dan mulut.

Lubang-lubang kecil pada gigi yang menyebabkan terbentuknya gigi berlubang, diawali dengan infeksi bakteri menurut National Institute of Dental and Craniofacial Research. Lalu bakteri ini melekat pada sisa-sisa makanan yang mengendap pada lapisan gigi, sehingga membentuk lapisan tipis yang disebut plak.

Menurut dokter spesialis gigi, Drg Nurul Yunita yang praktek di Rumah Sakit Pelabuhan Palembang, proses terbentuknya plak sangat singkat sekitar 10-15 menit setelah makan. Setelah itu menciptakan kondisi asam dan pH mulut mengalami penurunan. Selanjutnya, akan menyebabkan penipisan pada lapisan luar gigi (Email) yang ditandai dengan hilangnya struktur mineral dan kalsium pada permukaan gigi.

Baca Juga :   Bantu Masyarakat, Klinik Aulia Medika Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis

“Secara perlahan, tahapan ini dapat berlanjut pada lapisan tengah gigi (dentin) dan pada tahap ini mulai terbentuknya lubang gigi (Kavitas). Keluhan yang biasa timbul pada tahap ini seperti gigi yang terasa ngilu, pada tahap ini Dokter Gigi menyarankan untuk dilakukan tindakan penambalan gigi,” katanya (8/9).

Namun, lanjut dokter yang juga praktek di Klinik Pratama Pelabuhan Palembang, ada kondisi yang dibiarkan begitu saja, lubang gigi dapat semakin dalam hingga mencapai lapisan dalam gigi (Pulpa), lapisan ini terdiri dari pembuluh darah dan pembuluh syaraf. Seiring berjalannya waktu tahap ini dapat berlanjut dengan ditandai penumpukan nanah (pus) pada bagian ujung akar gigi (abses).

“Apabila sudah mencapai tahap ini, maka efek yang ditimbulkan pun beragam mulai dari infeksi, sakit dan nyeri gigi serta gigi yang berdenyut secara terus menerus bahkan sampai tidak bisa tidur. Tindakan dokter gigi pada tahap ini seperti perawatan saluran akar, pencabutan gigi dengan kondisi yang tidak bisa dirawat lagi, serta pemasangan gigi palsu pada gigi yang telah dilakukan pencabutan,” tambahnya.

Baca Juga :   Hari Ini PDP Positif di Sumsel Bertambah Satu dari Prabumulih

Lebih lanjut wanita yang akrab disapa Dokter Nurul ini menjelaskan, setelah mengetahui proses dari terbentuknya lubang pada gigi diharapkan agar menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan cara menyikat gigi dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung Flouride minimal 2 kali sehari, yaitu 15-20 menit setelah sarapan pagi dan sebelum tidur malam.

“Selain itu diimbau agar mengurangi konsumsi makanan yang mengandung gula, makan makanan yang bergizi, serta mengunjungi dokter gigi secara rutin minimal enam bulan sekali. Ayo jaga kesehatan gigi Anda dari sekarang,” pungkasnya. (Bra)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Bara Revolusioner

Avatar

Check Also

Siapkan 18 Vial, Pejabat Eselon II dan Anggota Dewan Jalani Vaksinasi

Palembang, Detik Sumsel – Vaksinasi tahap dua di kota Palembang hingga saat ini masih terus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *