Pemerintah Sumatera Selatan
Pemerintah Musi Banyuasin
Beranda Liputan Khusus Jalan Rusak Parah Cobaan Bulan Puasa

Jalan Rusak Parah Cobaan Bulan Puasa

Tanggal : Pukul :
795
0
Berdasarkan data tahun 2018 kondisi jalan yang menjadi tangung jawab Sumsel tersebut diklaim 54,64 persenya dalam kondisi baik, 19,57 dalam kondisi sedang, 16,93 dalam kondisi rusak ringan dan 8,85 persen dalam kondisi rusak berat.

Lipsus, Detik Sumsel- Bukan hanya menahan lapar, haus, dan amarah saja godaan dan cobaan di bulan ramadhan kali ini, tetapi bagi sebagian masyarakat di Sumatera Selatan melintasi kondisi jalan provinsi yang rusak parah merupakan cobaan yang harus dihadapi setiap hari.

Betapa tidak, kondisi ruas jalan provinsi yang makin hari makin bertambah rusak parah ini membuat sejumlah pengendara dan masyarakat yang melintas geram dan bahkan beberapa diantaranya merasa putus asa karena setiap hari untuk beraktifitas harus berkutat dengan kondisi jalan yang berlubang dan berdebu.

Menurut data tahun 2018 kondisi jalan yang menjadi tangung jawab Sumsel tersebut diklaim 54,64 persenya dalam kondisi baik, 19,57 dalam kondisi sedang, 16,93 dalam kondisi rusak ringan dan 8,85 persen dalam kondisi rusak berat.

Jalan provinsi di kawasan kolam Tirta Aquarius Serikembang–Payaraman Kabupaten Ogan Ilir (OI), kian hari kerusakannya kian bertambah parah. (Foto: Jamal/Detik Sumsel)

Kondisi jalan provinsi rusak parah ini terdapat salah satunya di Dusun 3 Desa Batu Putih Kecamatan Baturaja Barat yang menjadi jalan penghubung antar kabupaten OKU Induk-OKU Selatan. Sarnubi (54), salah satu warga setempat menyebutkan jalan tersebut sudah sejak lama mengalami kerusakan, namun hingga saat ini belum juga diperbaiki.

“Jalan tersebut hanya ditimbun dengan batu koral oleh mobil pengangkut batu yang kerap melintasi jalan tersebut, kalau lewat sini di bulan puasa ini memang benar-benar dihadapkan dengan cobaan, perut tergoncang dan kepala jadi pusing rasonyo la nak putus asa kami warga ni pak lewat sini,” ungkapnya kepada detiksumsel.com.

Kemudian, jalan provinsi lainnya yang rusak di Baturaja Barat yakni di jalan alternatif yang menghubungkan kelurahan Batukuning Kecamatan Baturaja Barat dan Desa Gunung Meraksa Kecamatan Lubu Batang. Mengalami rusak parah dibagian pangkal jalan tepatnya sekitar 100 meter dari jalan lintas sumatera.

Baca Juga :   Beralih ke Duit Mainan, Omzet Tetap Stabil

“Kondisi jalan rusak ini sempat dibenahi oleh pihak terkait namun jalan ini rusak kembali karena kerap dilewati oleh kendaran dengan tonase besar, kondisi jalan menganga dna bergelombang,” tambahnya.

Pengguna jalan jelas musti berhati-hati, apalagi disaat malam hari, karena tidak ada tanda-tanda peringatan di jalan ini.

Selain itu, kerusakan jalan provinsi lainnya yakni di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yakni di jalan Simpang Rambutan-Jejawi-SP. “Aku terus terang bae pak, kalu lewat sini raso nak pecah ulu ati aku tegoncang-goncang, kami mohonlah dengan pihak provinsi supayo jalan ini segera dibenahi,” cetus Darfian warga setempat.

Jalan rusak lainnya terdapat di Kabupaten Lahat yakni jalan Provinsi di Desa Karang Caya Kecamatan Suka Merindu tepat dua kilometer dari Kota Pagaralam. “Jalan-jalan yang berlobang ini sudah banyak memakan korban kecelakaan, hampir tiap minggu pasti ada saja yang kecelakaan khususnya kendaraan roda dua,” beber Astian (28) warga setempat.

Jalan rusak lainnya terdapat di Kabupaten Lahat yakni jalan Provinsi di Desa Karang Caya Kecamatan Suka Merindu tepat dua kilometer dari Kota Pagaralam.

Jalan provinsi di kawasan kolam Tirta Aquarius Serikembang–Payaraman Kabupaten Ogan Ilir (OI), kian hari kerusakannya kian bertambah parah. Hampir tiap hari kendaraan, khususnya roda empat terjebak di badan jalan yang berlubang.

Pantauan di lapangan, kondisi jalan rusak tersebut makin melebar, ditambah curah hujan tinggi akhir-akhir ini juga makin memperparah kerusakan tersebut, yakni banyaknya genangan air bak kubangan.

Kondisi Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di wilayah Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim juga sangat memperihatinkan dan sangat membahayakan pengguna jalan. Selain kondisi jalan rusak berubang, kondisi badan jalan tergenang air disaat hujan turun.

Baca Juga :   Kemacetan Bertambah Parah, Ini Kata Kadishub Banyuasin

Akibat hal itu, pengguna jalan jelas musti berhati-hati, apalagi disaat malam hari, karena tidak ada tanda-tanda peringatan di jalan ini. Jika tidak, kecelakaan akibat kondisi jalan seperti ini sangat rawan sekali. Apalagi, tidak lama lagi, jalan Sumatera Muara Enim-Prabumulih ini masuk sebagai salah satu jalur mudik.

Selain kondisi jalan rusak berubang, kondisi badan jalan tergenang air disaat hujan turun.

Rudi Warga Muara Enim, saat melintas mengaku terkejut dengan kondisi jalan yang hanya bisa dilewati satu jalur, karena badan jalan tergenang air setelah hujan dan dibalik genangan air dibdan jalan itu kondisnya berlubang.

“Jadi kendaraan musti bergantian saat melintas dijalan ini. Selain sedikit menikung. Pengguna jalan hanya, musti bergantian saat melintas dititik kerusakan jalan ini,” tuturnya.

Kerusakan jalan provinsi lainnya juga terdapat di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), yakni tepatnya di jalan penghubung Muba dengan Kabupaten PALI. “Kondisi jalan retak dan aspal mengelupas. Selain itu, kondisi berlubang dengan diameter 20-50 cm dan dalam sekitar 40-70 cm, kerusakan setiap 100-400 meter ditemukan jalan berlubang dan rusak,” ungkap Eddy warga Kabupaten Muba.

Kondisi berlubang dengan diameter 20-50 cm dan dalam sekitar 40-70 cm, kerusakan setiap 100-400 meter ditemukan jalan berlubang dan rusak

Selain itu, jalan rusak parah di wilayah Muba berada di Desa Gajah Mati sampai Tebing Bulang Kecamatan Sungai Keruh Muba. “Kami intinyo pak la pegal ati kalau nak melintas. Kalau bagus kondisi jalan ini bisa tembus satu jam, tapi sekarang dengan kondisi jalan rusak parah cak ini biso tembus 2-3 jam, kalau istri lagi hamil biso-biso beranak di jalan lewat jalan rusak parah cak ini,” tukasnya.(fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here