Iklan
Pemprov

Jalan Lintas Palembang-Indralaya Lengang

Indralaya, Detik Sumsel – Sejak hampir sepekan terakhir resmi diberlakukannya tarif normal bagi pengendara roda empat yang melintasi jalan tol Palembang-Indralaya sepanjang 22 kilometer. Ternyata cukup berpengaruh terhadap volume kendaraan yang melintasi jalan umum baik kendaraan yang menuju ke Palembang maupun ke Indralaya. Terpantau Kamis siang (27/9)

Pantauan Detik Sumsel kondisi arus lalu lintas nampak lengang. Sejumlah kendaraan roda empat yang melaju dari arah Prabumulih hendak menuju ke Palembang sebagian lebih memilih masuk ke jalan tol melalui pintu masuk gerbang tol Indralaya dari arah Kayuagung. Ada juga yang melintasi jalan umum seperti biasanya. Akan tetapi, bagi kendaraan jenis angkutan barang-barang ekspedisi seperti truk-truk yang melaju dari arah Kayuagung hendak menuju ke Palembang rata-rata mereka masuk ke gerbang tol Indralaya sampai ke gerbang tol Jakabaring Palembang.

Karena alasan jarak tempuh yang sangat dekat. Sedangkan, berdasarkan pengakuan para sopir travel dan sopir truk jenis angkutan tonase seperti angkutan material bahan bangunan, dan sayur-sayuran, mereka lebih memilih jalan umum. Seperti yang diutarakan Ton (30), sopir travel gelap yang biasa setiap pagi dan sore hari mengangkut penumpang dari Palembang sampai ke Indralaya, bahkan Kayuagung mengaku lebih memilih untuk melintasi jalan umum. Ketimbang masuk tol. “Ya, alasannya, hitung aja, kalau satu kali masuk gesek kartu e-toll, kena Rp 20 ribu. Bolak-balik sudah Rp 40 ribu. Jadi, satu hari saja sudah Rp 40 ribu. Mendingan saya melintasi jalan umum saja, supaya lebih irit ongkos pengeluaran. Masuk jalan tol pun tidak dipaksakan,” akunya.

Baca Juga :   Belum Tuntas, 2.347 Siswa SMA di Sumsel Ikut Ujian Perbaikan

Senada diungkapkan seorang sopir angkutan nanas dari Kabupaten OI yang hampir setiap hari menyuplai buah nanas ke pasar Jakabaring Palembang juga mengungkapkan hal yang sama seperti sopir travel lainnya. “Kadang-kadang saja saya masuk tol. Kalau jalan umum mengalami kemacetan. Akan tetapi, semenjak jalan tol Palindra dibuka, hampir dua bulan terakhir ini, kondisi jalan umum lancar-lancar saja tidak macet,” katanya. Sementara itu juga disebutkan Usman (40), sopir angkutan material bahan bangunan mengaku tidak pernah melintasi jalan tol Palindra. Karena, anggaran operasional dari perusahaan untuk sopir, hanya biaya makan dan bbm saja. Selebihnya diluar itu, tanggung jawab sopir.

Baca Juga :   Mahesa Alfikri Ditemukan di DAM Depan Ramayana

Dengan adanya jalan tol Palindra tentu sangat berdampak baik, ia lebih leluasa melintasi jalan umum dari Palembang hendak menuju ke Indralaya karena bebas hambatan. “Jalan yang lengang dan tidak terlalu menumpuk kendaraan sehingga kami pun lebih leluasa melintasi jalan umum,” ujar Usman yang mengaku sudah hampir 20 tahun berprofesi sebagai sopir truk.(AL)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Fauzi Amro Tegaskan Fraksi NasDem Tolak Rencana Kenaikan Pajak Sembako dan Pendidikan, Ini Alasannya

Jakarta, Detik Sumsel – Pemerintah berencana akan menjadikan bahan pokok atau sembako serta biaya pendidikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *