Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Kriminal Jaksa Limpah Berkas, Bos Sawit Pengguna Lahan Ilegal Siap-Siap Diadili

Jaksa Limpah Berkas, Bos Sawit Pengguna Lahan Ilegal Siap-Siap Diadili

Tanggal : Pukul :
696
0

Palembang, Detik Sumsel,- Usai melakukan penyidikan sejak Awal tahun ini, penyidik seksi pidana umum (pidum) Kejati Sumsel akhirnya menyerahkan berkas perkara Tindak Pidana (TP) Perusakan Hutan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka pengusaha perkebunan Kelapa Sawit Ir Basta Siahaan, ke PN Klas 1A khusus Palembang, kemarin (19/6).

Tim penyidik sekaligus penuntut umum Kejati Sumsel yang terdiri dari Rini Purnamawati,SH dan Purnama Sofyan SH  MH menyerahkan berkas perkara ini diterima perwakilan panitera muda (panmud) pidana umum PN Klas IA Palembang.

Usai penyerahan berkas, salah seorang anggota tim penyidik, Rini Purnamawati,SH menjelaskan, diawal tahun 2019 ini pihaknya melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan pengerusakan hutan di kawasan hutan produksi milik negara di Desa Mendis Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

“Informasi awal kita dapatkan berdasarkan hasil temuan tim penegakan hukum (gakum) Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau BPPHLHK Wilayah Sumatera. Di lokasi tersebut telah terjadi perusakan hutan produksi oleh perorangan,” ungkap Rini.

Berdasarkan informasi tersebut, penyidik langsung bergerak menuju lokasi yang dimaksud yang ternyata di lahan seluas lebih dari 200 hektar hutan produksi ini ternyata telah ditanami kelapa sawit.

Modus operandi yang dilakukan, setelah kebun sawit tersebut menghasilkan, uang penjualan sawit tersebut oleh pemilik tidak juga disetorkan ke kas negara melainkan masuk ke kantong pribadi pemilik kebun yang merupakan pensiunan pegawai salah satu BUMN dan pernah bertugas di Kota Medan,Sumut.

“Penguasaan secara ilegal hutan produksi milik negara yang dilakukan si pemilik kebun yang telah kita tetapkan sebagai tersangka ini dilakukan selama beberapa tahun yang hasilnya dipergunakan untuk keperluan pribadi. Mulai dari membayar gaji pekerja hingga renovasi rumah dan tak sepeserpun disetorkan ke kas negara,” ucapnya.

Dalam kasus ini, penyidik setidaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang saksi dan tiga orang saksi ahli serta melakukan penyitaan terhadap sejumlah barang bukti diantaranya satu unit alat berat exavator dan melakukan penyegelan terhadap kebun sawit seluas 200 hektar milik tersangka.

Tersangka yang kini ditahan penyidik Kejari Palembang didakwa melanggar Pasal 92,93 dan 95 UU Nomor 19 tahun 2004 tentang pencegahan dan pemberantasan pengrusakan hutan.

Dikonfirmasi perihal penyerahan berkas TP Perusakan Hutan dan TPPU dengan tersangka Basta Siahaan ini humas PN Klas IA Palembang, Saiman,SH membenarkan telah menerima berkas perkara tersebut, kemarin (19/6).

“Tadi berkasnya sudah diterima melalui Panmud Pidana umum dan kita bakal periksa apakah sudah lengkap atau harus ada yang dilengkapi lagi nantinya sebelum dihadapkan ke persidangan,” tukasnya.(Vot)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here