Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Daerah Jadi Pembicara di Madrid, Ini Isi Paparan Dodi

Jadi Pembicara di Madrid, Ini Isi Paparan Dodi

Tanggal : Pukul :
368
0
Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex bersama Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita di sela sela acara EPOC Madrid- spanyol 2018

Sekayu, Detik Sumsel – Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dalam pengembangan komoditas kelapa sawit kian menjadi sorotan banyak pihak, baik di level nasional maupun internasional.

Kali ini, keberhasilan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex, menjadikan orang nomor satu Kabupaten Muba itu diperaya untuk menjadi narasumber kegiatan European Palm Oil Conference (EPOC) di Madrid.

“Pengembangan komoditas strategis sawit di Indonesia akan dapat berkontribusi pada capaian Target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) untuk Indonesia, dan ini sudah dimulai di Kabupaten Muba,” ungkap Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin di sela menjadi pembicara EPOC di Madrid.

Dikatakannya, beberapa target untuk mewujudkan pembangunan hijau berkelanjutan yang utama yakni dapat didorong capaiannya melalui sawit lestari adalah ketahanan pangan, ketersediaan air bersih, pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan, dan menurunkan resiko ekspansi lahan dan deforestasi.

“Untuk dapat mencapai target tersebut ada beberapa tantangan kunci, salah satu yang paling dasar adalah kebutuhan data dan peta yang disepakati oleh semua pemangku kepentingan sesuai dengan Kebijakan Satu Peta dan Satu Data. Tanpa data – berbagai isu seperti legalitas, konflik lahan, sulitnya sertifikasi dan kebakaran lahan akan sulit dicegah,” bebernya.

Lanjutnya, Pemkab Musi Banyuasin percaya bahwa untuk menjawab tantangan ini, kabupaten tidak bisa bekerja sendiri – karenanya Muba kerjasama dengan berbagai pihak dan mendirikan LTKL sebagai upaya kolaborasi dengan Kabupaten lain.

“Salah satu contoh nyata adalah pencapaian Muba untuk mendapatkan dukungan dana replanting dari BPDP Sawit untuk pekebun sawit khususnya swadaya. Proses ini berlangsung selama lebih dari dua tahun dan tidak akan bisa terjadi tanpa data spasial & sosial ekonomi pekebun yang jelas. Data yang berhasil dikumpulkan adalah hasil kerjasama multipihak di Kabupaten,” jelas Dodi yang juga Ketua Umum Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL).

Dodi menambahkan, dengan fokus pada data dan peta, Kabupaten bisa lebih fokus pada pengembangan program yang tepat untuk meningkatkan kapasitas pekebun dan mendorong intensifikasi.

“Adanya peta dan data yang baik juga memungkinkan kabupaten untuk melakukan monitoring dan penegakan hukum di sektor sawit secara efektif bekerjasama dengan provinsi dan nasional – disini terlihat jelas bahwa penurunan tingkat deforestasi akan sulit tercapai tanpa peta dan data yang baik,” imbuhnya.

Selain itu, Muba percaya bahwa contoh baik ini akan dapat direplikasi oleh Kabupaten lainnya, terutama melalui jaringan LTKL dan APKASI yang sudah dibentuk.

“Dengan komitmen daerah, maka SDGs dan berbagai kebijakan perbaikan tata kelola Indonesia seperti ISPO, moratorium sawit dan Satu Peta serta komitmen swasta untuk lestari akan lebih mudah dicapai,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, turut hadir bersama Bupati Muba, yakni Menteri Industri Malaysia, Madam Theresa Kok Suh Sim, Menteri perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita, dan Mantan Presiden Columbia, Alvaro.

Selain itu, Ketua EPOA, Frans Claassen, Sekretaris Jenderal Aliansi Minyak Sawit Eropa, Margot Logman, dan Profesor Universitas Cagliari, Departemen Ilmu Biomedis, Sebastiano Banni.

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here