Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Jadi Narsum Webinar, Paparkan Implementasi Aspal Karet Muba
Plt. Kepala Dinas Perkebunan Akhmad Toyibir SSTP MM menjadi salah satu narasumber webinar dengan tema Momentum Penggunaan Aspal Karet Berbasis Karet Rakyat pada Masa New Normal, Rabu (05/08/2020).

Jadi Narsum Webinar, Paparkan Implementasi Aspal Karet Muba

Sekayu, Detik Sumsel – Kabupaten Musi Banyuasin dibawah kepemimpinan Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin menjadi pilot project penerapan pembangunan jalan aspal karet. Tidak heran, kalau Kabupaten ini menjadi sorotan banyak pihak atas keberhasilannya mengimplementasikan inovasi pembangunan jalan aspal karet.

Bahkan, sebelumnya Pemkab Muba melalui Dinas PUPR mendapatkan reward dari Kementerian PUPR dengan mendapatkan bantuan sebesar Rp20 Miliar atas keberhasilan inovasi pembangunan jalan aspal karet.

Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), juga mendapatkan perhatian khusus dari Balai Penelitian Teknologi Karet, apalagi di tengah Pandemi Covid-19 saat ini. Untuk menjawab hal tersebut, Plt. Kepala Dinas Perkebunan Akhmad Toyibir SSTP MM menjadi salah satu narasumber webinar dengan tema Momentum Penggunaan Aspal Karet Berbasis Karet Rakyat pada Masa New Normal, Rabu (05/08/2020).

Plt Kepala Dinas Perkebunan Muba Akhmad Toyibir SSTP MM mengatakan luas perkebunan karet di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) seluas 207.355 Ha menjadi salah satu kabupaten penghasil karet dengan area perkebunan terluas dan produksi tertinggi di Sumatera Selatan.

Baca Juga :   Polres Muba Antisipasi Kamtibmas Jelang Sidang MK

“Inovasi olahan karet yang sudah dan masih akan terus di implementasikan adalah aspal karet. Aspal karet merupakan campuran aspal dengan bahan aditif berbasis karet, dimana sesuai komitmen Bapak Bupati Musi Banyuasin Dr. H. Dodi Reza Alex Noerdin untuk terus senantiasa melakukan pembangunan  atau peningkatan jalan berbasis karet rakyat,”kata Toyibir.

Ia menjelaskan, di Muba juga meripakan pemilik UPPB terbanyak dibandingkan Kabupaten Kota lainnya yakni dengan total 70 UPPB yang juga sudah teregister atau memiliki STR.

“Dan di Muba juga satu-satunya UPPB di Indonesia yang memiliki alat mesin Sentrifuge (mesin pemisah lateks) yang berada di di Desa Cipta Praja Kecamatan Keluang Muba dan mesin itu hibah dari Pemkab Muba ke UPPB,” ulasnya.

Lanjut dia, komitmen tersebut terus berkelanjutan yang mana pada tahun 2022, aspal karet didorong untuk pemenuhan pencapaian target 100% jalan mantap di Kabupaten Musi Banyuasin. “Kita pastikan 2022 jalan yang ada di Kabupaten Muba dapat menerapkan aspal karet seutuhnya,”ujarnya.

Baca Juga :   Percepat Pembangunan TA 2020, Dodi Reza Keluarkan Instruksi

Sebagai salah satu daerah penghasil karet terbesar di Sumatera Selatan, setiap karet di Muba memproduksi 155.303 Ton karet kering dalam bentuk slab atau bahan olahan karet (bokar)menjadi komoditas strategis bagi Kabupaten Musi Banyuasin. Selain bokar, dihasilkan juga produk crumb rubber dengan kualitas SIR 10 dan SIR 20 denganjumlah produksi rata-rata 86.400 Ton per tahun.

“Implementasi aspal karet ini menuntut kita dalam hal ini Pemerintah Daerah untuk konsisten dan komitmen supaya membantu para petani karet dalam mengimplementasikan  kualitas dan harga karet di petani. Salah satunya cara  memberikan suport atau bantuan serta komitmen berdasarkan  tugas yang membidangi dalam hal pembangunan jalan untuk melakukan penetapan atas kebutuhan aspal karet,”tambahnya.

“Disamping itu juga pihaknya mengajak petani untuk mandiri melakukan pola pengelolahan menuju latek pekat dan juga menuntut kualitas yang lebih baik agar mendapatkan harga karet yang lebih tinggi di masa-masa yang akan datang,” tutupnya.(tet)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Deby

Avatar

Check Also

Berdayakan Masyarakat Terdampak COVID-19, Bersih-bersih Wisata Air

Sekayu, Detik Sumsel – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin yang dikomandoi Bupati Muba Dr H Dodi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *