Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Kriminal JA Tidak Diizinkan Keluar, Polisi Datangkan Dokter ke Rutan

JA Tidak Diizinkan Keluar, Polisi Datangkan Dokter ke Rutan

Tanggal : Pukul :
5719
0
JA Tidak Diizinkan Keluar, Polisi Datangkan Dokter ke Rutan
JA tersangka kasus mark up dana pengadaan lahan TPU di Baturaja

Palembang, Detik Sumsel — Kuasa hukum Johan Anuar, Titis Rachmawati SH MH CLA menyayangkan sikap saling lempar kewenangan antara Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel dan penyidik Tipidkor dengan Direktur Tahti yang menyebabkan kliennya Johan Anuar hak untuk diperiksa berobat sampai sekarang tidak ada kejelasan.

Menurut Titis, Johan Anwar tahanan penyidik Polda Sumsel ada surat kontrol dari Rumah Sakit Bhayangkara, akan tetapi karena koordinasi penyidik Ditreskrimsus Polda dan direktur Tahti tidak sejalan menyebabkan klien hak kliennya untuk diperiksa berobat sampai sekarang tidak ada kejelasan. Padahal status JA adalah masih tersangka yang hak-hak asasi untuk berobat dan kontrol ke dokter harusnya di lindungi undang undang.

“Seharusnya tidak dihambat hambat dengan alasan tidak jelas, surat izin kontrol tersebut permintaan dokter RS Bhayangkara bukan permintaan klien kami, jadwal kontrol yang harusnya 1 April kemarin sampai sekarang tidak ada kejelasan,”katanya.

Menanggapi hal itu Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Pol H Anton Setiyawan melalui Kasubdit Tipidkor AKBP Dalizon mengatakan tersangka selama ditahan di rumah tahanan Polda Sumsel untuk izin keluar setiap tahanan, siapapun itu, mungkin karena sakit, berobat, dan lain lain itu adalah tugas, tanggung jawab dan kewenangan Direktorat Tahanan dan barang bukti (Tahti).

Baca Juga :   Belum Satu Bulan, Kawanan Begal Sadis di PALI Kembali Beraksi

Kalau pun ada pengecualian terhadap tersangka JA, yaitu ada pendampingan dari penyidik, itu sifatnya untuk pengamanan perkara. Jadi bukan izin dari penyidik, penyidik sifatnya hanya mendampingi, untuk mengawasi komunikasi pihak luar yang ingin bertemu JA, baik itu keluarga, dokter dan lain lain.

“Mengenai dia saat ini ingin kontrol ke dokter, kami sudah komunikasi dengan Karumkit Bhayangkara. Beliau mengatakan bahwa kontrol berobat sifatnya tidak harus dilakukan oleh setiap pasien, kecuali ada keluhan khusus atau keluhan sakit yang lain,”katanya kepada detiksumsel.com Kamis (2/4).

Dikatakan Dalizon kalaupun tersangka JA bersikeras untuk kontrol, kemarin sudah diizinkan oleh Tahti dan didampingi penyidik Tipidkor, ke rumkit untuk kontrol. Tapi dokternya tidak ada. Hari ini keluarganya bersikeras lagi mau bawa JA, kontrol ke dokter lagi di rumkit Bhayangkara. Hasil koordinasi dengan Karumkit, akhirnya dokter dan perawat di datangkan ke Rutan Polda khusus untuk kontrol kesehatan JA di Rutan Polda. Tapi ternyata JA tidak mau di kontrol kesehatannya.

Baca Juga :   Sepuluh Kali Gasak Sepeda, Aldo dan Hamzah Tersungkur Dipelor

“Pertanyaannya kami, apakah JA ada keluhan kesehatan ? Sehingga dia harus kontrol dokter dan ke luar untuk berangkat ke rumah sakit Bhayangkara. Dokter dan perawat sudah datang ke Rutan, tapi JA tidak mau dikontrol kesehatannya. Kenapa?  kalau faktanya seperti itu, Sebenarnya JA mau kontrol kesehatan atau mau ke luar untuk ke Rumkit? Untuk apa dia sangat bersikeras,”tutupnya.

Sebelumnya JA wakil Bupati OKU ini ditahan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel pada Januari 2020 lalu setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus mark up dana pengadaan lahan TPU di Baturaja.(oji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here