Detik
Istri Kades Suka Makmur Rosana

Istri Kades Suka Makmur Angkat Bicara Soal Suami Yang Dituduh Sebagai Provokator

Lahat, Detik Sumsel — Terkait tragedi lonsum berdarah, yang mengakibatkan tewasnya satu Satpam PT Lonsum beberapa waktu lalu. Polda Sumsel kini sudah menetapkan empat tersangka, dari tiga tersangka awal yang diserahkan Satreskrim Polres Lahat. Tersangka keempat ini ialah, Risansi (48) Kades Suka Makmur, Kecamatan Gumay Talang, Lahat ini.

Risansi dijemput anggota kopolisian dirumahnya Senin malam (24/9). Ditetapkan sebagai provokator, dari peristiwa mencekam yang menghilangkan nyawa Ristal Alam (27). Bersama tiga tersangka lain, Herliansyah (29), warga Desa Tanah Pilih. Najamudin (46), warga SP 3 Palem Baja Desa Suka Makmur. Serta Yandri (35), warga Desa Tanjung Baru, Kecamatan Gumay Talang.

Baca Juga :   Polisi Temukan Jejak Pelaku Mutilasi

“Ya betul, Polda Sumsel sudah menetapkan satu tersangka lagi dari peristiwa itu,” terang Kapolres Lahat, AKBP Roby Karya Adi SIK, melalui Kasubag Humas, Ipda Sabar T, Kamis (27/9).

Ditemui di Desa Suka Makmur, istri Risansi, Rosana (44) membeberkan, ia tidak sependapat jika suaminya dianggap sudah memprovokasi warga. Sehari sebelum pembukaan portal dan pembacaan SK Bupati terkait kepemilikan lahan. Suami saya sempat rapat dengan beberapa pihak, katanya pemerintah akan menjelaskan tentang penunjukan batas lahan.

“Suami saya itu hanya menyampaikan aspirasi masyarakat desa, agar permasalahan lahan ini benar- benar clear. Dalam rapat itu katanya soal penunjukkan batas lahan, ternyata di lapangan langsung pembukaan portal dan panen perdana,” beber Rosana.

Baca Juga :   Edarkan Sabu, Wanita Cantik Ini Diringkus Polisi

Sementara, Suwandi, Wakil ketua TIM Pengembalian Lahan Transmigrasi Desa Suka Makmur mengungkapkan, pihaknya akan memberikan dokumen kepada pihak DPRD Sumsel. Serta meminta agar pihak DPRD Sumsel bisa mendorong Kementrian Transmigrasi, memberikan sertifikat lahan usaha 2 yang disengketakan.

“Warga yang tinggal disini sejak 36 tahun lalu, pasti memiliki sertifikat lahan usaha 2. Entah bagaimana bisa terjadi, rupanya sertifikat lahan usaha 2 itu jadi tumpang tindih dengan HGU perusahaan,” ungkap Suwandi. (heru).

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Heru Senovlan

Avatar

Check Also

Terkait Pelaku Pelemparan di Jalan Tol Kayuagung-Palembang, Ini Kata Kapolres OKI

Kayuagung, Detik Sumsel — Berseliwerannya foto maupun video terduga pelaku pelemparan batu terhadap kendaraan yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *