Berbagi Hadis Jelang Puasa, Jangan Asal Blast Sebelum Simak Beberapa Hadist Populer tapi Palsu Ini

- Jumat, 17 Maret 2023 | 14:40 WIB
Menjelang puasa banyak hadist-hadist berkaitan dengan bulan kesembilan di kalender Hijriah, dikirim secara berantai melalui media sosial seperti WA atau whatsup, facebook (FB), instagram (IG), dan lainnya. Waspadai hadist palsu (ist canva)
Menjelang puasa banyak hadist-hadist berkaitan dengan bulan kesembilan di kalender Hijriah, dikirim secara berantai melalui media sosial seperti WA atau whatsup, facebook (FB), instagram (IG), dan lainnya. Waspadai hadist palsu (ist canva)

Palembang, Detiksumsel -- Bulan suci Ramadhan atau Bulan puasa akan segera datang. Biasanya, akan banyak diantara umat yang berbagi Hadist Jelang Puasa.

Cara itu tentu baik, tapi ada baik kita saling mengingatkan untuk jangan asal blast sebelum simak beberapa hadist populer tapi palsu Ini. 

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, hadist-hadist berkaitan dengan bulan kesembilan dalam kalender Hijriah, dikirim secara berantai melalui media sosial seperti WA atau whatsup, facebook (FB), instagram (IG), dan lainnya.

Baca Juga: Bacaan Lengkap Shalat Tarawih dan Sholat Witir, Niat, Doa Hingga Dzikir

Hadist ini biasanya begitu populer dikalangan umat Islam. Sangking populernya, para penceramah sering menyampaikan tausiah dengan menukil beberapa hadist.

Contoh hadist yang biasa dibaca diatas mimbar maupun di blast lewat WA itu diantaranya: أَوَّلُ شَهْرِ رَمَضَانَ رَحْمَةٌ، وأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرَهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ. Hadist ini Artinya, “Awal Bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka.”

Dalam penjelasan ustadz Adi Hidayat pada acara Salam Ramadhan di chanel Youtube Trans TV Official, disebutkan bila hadist tersebut bermasalah.

"Ternyata setelah dikaji oleh para ulama ada hadist yang terkait dengan Ramadhan statusnya bermasalah bahkan diduga palsu," kata Ustadz Adi Hidayat kala itu.

Baca Juga: Mengenal Ratu Bagus Kuning, Perempuan Tangguh Penyebar Agama Islam

Hampir sama dengan itu, di bulan Ramadhan beberapa tahun yang lalu, Adriansyah yang merupakan pengajar Ilmu hadist di Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang juga menuturkan tentang hadist palsu. Ketika itu dia memberi tausiah Masjid Nurul Jannah, Komplek Griya Palem Kencana, Talang Kelapa, Palembang.

Ia berani menyampaikan pendapatnya setelah melakukan sejumlah kajian dengan membaca buku-buku dan literatur terkait.

“Mari kita berdiskusi bila ada diantara para jamaah tidak sependapat dengan saya,” katanya. Dalam sejarahnya Hadits palsu mulai banyak bermunculan setelah Rasulullah wafat.

Hadits palsu berati setiap informasi yang mengatasnamakan Nabi Muhammad, padahal informasi tersebut bukan berasal dari Rasulullah SAW.

Baca Juga: Bukan karena Ridwan Kamil, Guru Honorer di Cirebon Dipecat Usai Sering Lakukan Pelanggaran Ini

Di antara motif penyebaran hadits palsu ialah untuk kepentingan politik dan mendorong orang lain agar semangat dalam beribadah.

Halaman:

Editor: P. Hendrawan

Tags

Terkini

X