Pemprov
Suandi selaku sekretaris DPC Persatuan Pengusaha Pelayaran Niaga Nasional Indonesia atau Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) kota Palembang

INSA Tanggapi Insiden Tongkang Muatan Batubara Senggol Kolong Ampera

Palembang, Detik Sumsel — Insiden tongkang muatan batubara yang menyenggol kolong jembatan Ampera beberapa waktu lalu. Ditanggapi Persatuan Pengusaha Pelayaran Niaga Nasional Indonesia atau Indonesian National Shipowners’ Association (INSA).

Suandi selaku sekretaris DPC Persatuan Pengusaha Pelayaran Niaga Nasional Indonesia atau Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) kota Palembang mengatakan pihaknya selalu menghimbau kepada seluruh anggotanya apabila kapal atau pun tongkangnya yang melintas di bawah jembatan Ampera agar tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. Dalam hal ini peraturan daerah kota Palembang nomor 14 tahun 2011.

“Dalam Perda ini diatur diantaranya batas – batas panjang lebar dan kekuatan tunda penarikan yang boleh melintas di bawah jembatan Ampera termasuk ketinggian muatan batubara yang diangkut tongkang,”katanya kepada wartawan Kamis (26/11/2020).

Baca Juga :   Milenial Dinilai Mampu Warnai Politik di Pilkada Serentak

Dikatakan Suandi, selama ini anggota yang tergabung dalam INSA sudah mematuhi Perda kota Palembang nomor 14 tahun 2011 tersebut. Namun INSA juga masih tergantung dengan pihak lain yang mengadakan pemuatan batubara ke tongkang. Karena pemuatan dilakukan Tersus dan TUKS dengan menunjukkan Perusahaan Bongkar Muat.

“Kami juga sebelum berangkat sudah berusaha meratakan muatan batubara sesuai dengan ketentuan. Dan kami juga sebelum bergerak juga sudah mengajukan izin gerak ke KSOP dan meminta pandu kepada Badan Usaha Pelabuhan dalam hal ini PT Pelindo untuk memandu pergerakan tongkang,”katanya lagi.

Baca Juga :   Gerombolan Curanmor Ini "Bengor" Dihajar Massa

Terkadang lanjut Suandi meski ketentuan ketentuan sudah diikuti, yang menjadi tantangan maupun kendala yang tidak bisa diantisipasi adalah pasang surut air sungai yang deras serta hujan deras yang turun di hulu sungai Musi menjadi salah penyebab tongkang tidak bisa dikendalikan hingga terjadilah insiden menyenggol kolong jembatan.

“Untuk penindakan terhadap nahkoda kami tidak bisa karena itu ranahnya KSOP. Namun kami terus menghimbau kepada anggota kami agar tetap mematuhi peraturan yang ada,”tandasnya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Fauzi

Avatar

Check Also

Manfaatkan Hari Hujan, Pelaku Pencurian Gasak HP Karyawan Toko ATK

Palembang, Detik Sumsel — Aksi pelaku pencurian handphone disalah satu toko penjualan Alat Tulis dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *