Detik
Ilustrasi. (foto : ist)
Ilustrasi. (foto : ist)

Ini Lima Negara yang Batasi Akses Medsos

Jakarta, Detik Sumsel- Pemerintah membatasi akses ke beberapa media sosial (medsos), setelah aksi yang berujung kericuhan di beberapa titik di Jakarta pada 21-22 Mei lalu.

Pembatasan ini dilakukan untuk mengurangi penyebaran hoax dan ujaran kebencian melalui pesan instan dan media sosial, terutama melalui konten foto dan video.

Media sosial dan pesan instan, selama ini dituding sebagai alat yang digunakan untuk menyebarkan hoax, tak hanya terjadi di Indonesia.

Hoax yang beredar lewat aplikasi WhatsApp di India tahun lalu, berakibat pada beberapa aksi kekerasan yang menimbulkan kematian, salah satunya kematian lima orang karena dituduh sebagai penculik anak.

Baca Juga :   Soal Musorprov KONI Sumsel, Ini Saran Ketua KONI Kota Palembang

Beberapa negara akhirnya memutuskan untuk melarang atau membatasi media sosial di negara mereka, antara lain di negara-negara berikut ini:

1. Vietnam
Negara ini pernah memblokir sementara media sosial saat kunjungan Barack Obama saat masih menjabat sebagai presiden Amerika Serikat pada 2016 lalu. Vietnam menutup akses ke Facebook, menurut Reuters untuk membungkan aktivis HAM.

2. Sri Lanka
Sri Lanka mengalami serangan teror yang menewaskan sekitar 200 orang pada April lalu. Pemerintah Sri Lanka akhirnya menutup akses ke Facebook, Instagram, WhatsApp, dan YouTube untuk mengurangi penyebaran misinformasi, kekerasan, dan ujaran kebencian.

3. Chad
Chad sudah mengalami larangan media sosial sejak 2018 atas permintaan pemerintah. Larangan di Chad berlaku untuk media sosial dan pesan singkat, seperti dikutip dari laman Time.

Baca Juga :   Sejalan FITRA, Pemkab OKI Turut Dorong Implementasi Good Governance

4. China
Negara ini dikenal memiliki kebijakan proteksi The Great Firewall, antara lain melarang media sosial buatan asing masuk ke China. China memiliki media sosial buatan sendiri antara lain Weibo sebagai pengganti Twitter, Renren untuk Facebook dan mesin pencari Baidu.

5. Korea Utara
Sejak lama Korea Utara menjadi negara yang tertutup, termasuk untuk urusan dunia digital. Hanya orang-orang tertentu yang memiliki akses ke internet, selebihnya terhubung ke intranet milik pemerintah. (net)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Deby

Avatar

Check Also

Bantu UMKM, BUMD Sumsel – Jatim Jajaki Kerjasama

Palembang, Detik Sumsel – Rapat pelaksanaan forum meeting Pemprov Sumsel dengan Pemprov Jawa Timur (Jatim) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *