Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Gadgets Indosat Ooredoo Siapkan Strategi Hadapi Pasar

Indosat Ooredoo Siapkan Strategi Hadapi Pasar

Tanggal : Pukul :
267
0
President Director & CEO Indosat Ooredoo, Chris Kanter bersama pimpinan lainnya.

Palembang, Detik Sumsel – Kinerja Indosat Ooredoo triwulan 4 di tahun 2018 lalu menunjukkan pergerakan positif di tengah kondisi pasar yang dinamis. Hal ini melanjutkan pertumbuhan yang sudah terjadi di kuartal sebelumnya. Perusahaan mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 11,7 persen dibanding triwulan sebelumnya dari kontribusi pendapatan data yang tumbuh sebanyak 6 persen dibanding triwulan sebelumnya.

Pertumbuhan ini diakibatkan oleh inisiatif penyesuaian harga yang dimulai pada semester II tahun 2018 serta didukung oleh peningkatan volume data trafik. CAPEX tahun 2018 tercatat sebesar Rp 9,3 triliyun atau tumbuh sebanyak 48,9 persen dibanding tahun 2017, seiring dengan percepatan penggelaran jaringan 4G yang dimulai pada triwulan 4 tahun 2018.

“Pertumbuhan berturut-turut dalam dua kuartal terakhir di tahun 2018 menunjukkan perusahaan telah mengambil langkah tepat dalam mengelola perusahaan di masa transisi memasuki situasi pasar yang baru. Kami telah menerapkan strategi baru di berbagai lini yang kami namakan LEAD yang meliputi peningkatan kinerja SDM, network, B2B, dan layanan pelanggan yang semakin baik. Strategi ini kami fokuskan untuk menjaga pertumbuhan kinerja perusahaan secara berkelanjutan ke depan,” kata President Director & CEO Indosat Ooredoo, Chris Kanter.

Dibandingkan dengan kinerja tahun 2017, Chris mengungkapkan, pendapatan Perusahaan mengalami penurunan sebesar 22,7 persen menjadi Rp 23,1triliyun dan penurunan EBITDA sebesar 49,1 persen menjadi Rp 6,5 triliyun. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan EBITDA marjin dicatat sebesar 28,1 persen pada tahun 2018 ini.

“Kondisi ini diakibatkan oleh adanya transformasi industri telekomunikasi melalui penerapan peraturan registrasi simcard yang memicu persaingan ketat antar operator pada semester I 2018 lalu. Namun, kami optimis tahun 2019 ini akan menjadi tahun yang jauh lebih baik,” tegasnya.

Cris menambahkan, adanya registrasi simcard membuat pertumbuhan di semester II mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Jumlah pelanggan di tahun 2018 tercatat sebesar 58 juta atau turun 47,3 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya. Terus turun dan stabil sebesar 12 persen pada akhir tahun 2018, yang menunjukkan loyalitas pelanggan yang lebih baik yang akan mendukung keberlangsungan indutri telekomunikasi di masa mendatang.

Chris menerangkan, ekspansi jaringan yang masif dalam triwulan terakhir 2018 telah menghasilkan lebih dari 1000 site 4G per minggu, dengan kecepatan tertinggi sebanyak 1.200 site per minggu.

Di tahun 2018, Indosat Ooredoo telah menambah 9.871 BTS 4G dibanding tahun lalu. Saat ini perusahaan mengoperasikan 17.050 BTS 4G di 376 kota dengan cakupan lebih dari 80 persen populasi.

Sementara itu, Indosat Ooredoo terus melaksanakan inisiatif optimalisasi biaya. Total biaya sepanjang tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 8,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Indosat Ooredoo berhasil mengurangi 77,7 persen porsi utang dalam USD, dari sebesar USD90,3 juta mewakili 6,3 persen dari total utang, di tahun 2017 menjadi sebesar USD20, 1 juta mewakili 1,4 persen dari total utang, di tahun 2018. (ril/may)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here