Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Kriminal Ikut Pra Diksar, Mahasiswa Unitas Meninggal Dunia

Ikut Pra Diksar, Mahasiswa Unitas Meninggal Dunia

Tanggal : Pukul :
114
0
Jenazah almarhum Muhammad Akbar dimasukkan ke dalam mobil ambulance usai dilakukan visum di rumah sakit Bhayangkara Palembang

Palembang, Detik Sumsel — Muhammad Akbar (19) mahasiswa Universitas Taman Siswa Palembang ini meninggal dunia saat mengikuti pra pendidikan dasar Resimen Mahasiswa di Desa Senai, Kabupaten Ogan Ilir Rabu (16/10).

Sebelum menghembuskan napasnya yang terakhir, Akbar secara tiba – tiba mengalami keram dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat di Ogan Ilir dan akhirnya meninggal dunia.

Dari hasil visum yang dilakukan dokter forensik rumah sakit Bhayangkara Palembang menemukan adanya benturan benda tumpul dibagian alat vital korban.

Hal ini, diungkap dr Indra Nasution SpF ketika ditemui usai melakukan visum terhadap jenazah korban. Menurut Indra, visum dilakukan di sekujur tubuh korban.

“Tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh, tetapi ditemukan adanya dugaan kekerasan dengan benda tumpul di bagian vital,” katanya.

Indra belum bisa menyimpulkan penyebab kematian korban, karena hanya melakukan visum luar. Tetapi, diduga adanya pemukulan dengan benda tumpul di bagian vital korban yang membuat korban meninggal.

Orang tua Akbar, Tito (46) yang ditemui di RS Bhayangkara Palembang menuturkan sebelumnya keluarga tidak mendapatkan firasat sama sekali atas meninggal anak pertamanya ini.

“Sebelum pergi, Akbar sempat pamit dan sujud. Dia berkata mau ikut diksar menwa di Inderalaya,” ujar Tito berupaya menahan tangis, Kamis (17/10).

Dikatakan Tito, Akbar putra sulungnya tersebut berangkat untuk mengikuti pra diksar Menwa selama seminggu. Ia berangkat pada hari Minggu 13 Oktober 2019 lalu. Dirinya mendapat kabar anaknya masuk rumah sakit Rabu kemarin karena keram kaki. Namun belum sampai sehari di rawat di rumah sakit Akbar meninggal pada hari itu juga.

“Nanti kami masih berduka,pasti kami akan ambil langkah hukum setelah pemakaman,”tuturnya.

Diluar kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang terlihat komandan satuan 604 Unitas Palembang Agus Giyawa meminta maaf kepada ibunda Muhammad Akbar dengan bersujud di kaki ibu Muhammad Akbar.

Agus menjelaskan kejadian setelah istirahat makan siang. Tiba-tiba korban mengaku bila kakinya keram. Dilakukan tindakan dengan membawa korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

“Sebelum berangkat, juga sudah di cek kesehatan dan kami meminta persetujuan langsung. Kami tidak bisa bilang ada kekerasan atau tidak, biar polisi yang menentukan,”ujarnya.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi ketika dikonfirmasi menuturkan memang ada kejadian tersebut dan dari pihak keluarga sudah membuat laporan di Polres Ogan Ilir.

“Kami sudah memeriksa beberapa saksi dan mendatangi lokasi kejadian. Untuk sementara, kasus ini masih dalam penyelidikan,”pungkasnya.(oji)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here