Pemprov
Focus Group Discussion (FGD) Keselarasan Kurikulum Jurusan Teknik Mesin Polsri dan IDUKA di Hotel Excelton, Senin (30/11).

IDUKA Ikut Bahas Kurikulum Teknik Mesin Polsri

Palembang, Detik Sumsel- Keselerasan kurikulum Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) dengan Industri, Dunia Usaha dan Dunia Kerja (IDUKA) menjadi prioritas dalam menghasilkan Kurikulum Merdeka. Hal ini pula yang dilakukan civitas akademika Jurusan Teknik Mesin Polsri yang kini mulai melibatkan IDUKA dalam merancang kurikulum tersebut.

Wakil Direktur IV Bidang Kerjasama dan Perencanaan, Polsri, Drs Zakaria MPd, menjelaskan, Polsri sebagai pendidikan vokasi sudah mewajibkan seluruh program studi memiliki kemitraan dengan IDUKA. Sebab, kemitraan dilakukan untuk membangun komunikasi dengan pelaku industri dalam menselaraskan ilmu sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

“Saat ini kita (Polsri, red) sudah menjalin kemitraan dengan 400 perusahaan baik dari dalam maupun luar negeri,” kata Zakaria disela Focus Group Discussion (FGD) Keselarasan Kurikulum Jurusan Teknik Mesin Polsri dan IDUKA di Hotel Excelton, Senin (30/11).

Baca Juga :   XL Future Leaders National Conference 2018 Lahirkan SDM Unggul di Era Digital

Seperti Jurusan Teknik Mesin Polsri, sambung dia, civitas melakukan diskusi terfokus bersama IDUKA dalam menselaraskan kurikulum. Dalam diskusi ini melibatkan sejumlah dunia industry seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), PT Superintending Company of Indonesia (Persero) atau Sucofindo, PT Fajar Mas Murni dan lainnya.

“Dalam diskusi ini mencari keselarasan kurikulum dengan dunia industri. Dengan demikian diharapkan kerjasama dengan dunia industri akan lebih luas,” harapnya.

Tak hanya itu, pembahasan kurikulum yang melibatkan dunia industri juga bagian dalam merumuskan Kurikulum Merdeka. Mengingat, kurikulum ini merupakan program pembelajaran yang memfasilitasi mahasiswa untuk memperkuat kompetensi.

Baca Juga :   Larangan Politik Praktis di Masjid, Upaya DMI Menjaga Marwah Rumah Ibadah

“IDUKA juga nanti memberikan masukan kepada Polsri tentang kompetensi maupun metode pembelajaran. Hingga akhirnya nanti kita akan menuju Kurikulum Merdeka,” terangnya.

Sebelumnya, pihaknya juga sudah menyebarkan questioner kepada IDUKA maupun internal kampus. Penyusunan pertanyaan dilakukan untuk mengukur keselarasan kebutuhan IDUKA dengan Kurikulum 2016.

“Dengan FGD inilah hasil survei akan dipresentasikan dan ditanggapi oleh pelaku IDUKA. Kemudian dikaji kembli untuk dituangkan dalam Kurikulum Merdeka,” terangnya. (Tet)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Deby

Avatar

Check Also

Berhasil Raih Akreditasi Unggul 6 Prodi, Kini UIN Rafa Miliki 11 Prodi dengan Akreditasi A

Palembang, Detik Sumsel-  Universitas Islam Negeri Raden Fatah ( UINRF) Palembang kembali meraih hasil maksimal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *