Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Banyuasin Huzaimah Tomas Pulau Rimau : Terima Kasih Pak Askolani

Huzaimah Tomas Pulau Rimau : Terima Kasih Pak Askolani

Tanggal : Pukul :
483
0
Huzaimah Tomas Pulau Rimau : Terima Kasih Pak Askolani
Huzaimah Tomas Pulau Rimau : Terima Kasih Pak Askolani

Pangkalan Balai, DetikSumsel – Bupati Banyuasin H Askolani melounching pembangunan jalan poros Lubuk Lancang-Pulau Rimau, Jumat (24/1). Dilounchingnya jalan poros ini sebagai bentuk respon atas keluhan masyarakat dan sekaligus menunaikan janji politik.

Proyek dengan pagu anggaran Rp 77,08 M dikerjakan oleh kontraktor PT Citra Kurnia Wayway ini akan dibangun dengan panjang 18 KM dari Desa Meranti Kecamatan Suak Tapeh sampai ke Jembatan Tanah Kering Desa Teluk Betung Kecamatan Pulau Rimau. Dan tentu dengan dibangunnya jalan ini akan mengurangi kesulitan yang dirasakan masyarakat eks transmigrasi tersebut.

Tidak hanya sampai disini, rencananya pembangunan akan dilanjutkan hingga ke Kecamatan Selat Penuguan bahkan rencananya akan dilapisi aspal hotmix. Untuk itu, masyarakat diminta untuk bersama-sama menjaga jalan ini dengan tidak membawa muatan kendaraannya melebihi tonse yakni 8 ton sesuai dengan kapasitas jalan Kabupaten.

Hadir dalam lounching ini, Sekda HM Senen Har, Kadis PUTR Ardi Arpani, Anggota DPRD Farida Ahyati Rohim, Camat Pulau Rimau, Camat Suak Tapeh, Kadis Perhubungan, Kadis Sosial dan Kepala BPBD dan Kesbangpol.

Bupati H Askolani menegaskan bahwa di lounchingnya pembangunan jalan poros Pulau Rimau ini sebagai bentuk komitmen Pemkab Banyuasin untuk mempermuda akses transportasi masyarakat tiga Kecamatan yakni Kecamatan Suak Tapeh, Pulau Rimau dan Selat Penuguan. Dengan mulusnya jalan ini dirinya yakin ekonomi masyarakat akan semakin menggeliat.

Selama ini masyarakat, khususnya Pulau Rimau dan Selat Penuguan bertanya-tanya kapan jalan trans Pulau Rimau dibangun. Padahal terang Askolani, pembangunan jalan sudah dimulai sejak tahun 2018, tahun 2019 dan dilanjutkan tahun 2020 ini.

” Prinsip membangun jalan itu, tidak mungkin dimulai dari ujung, tetapi pasti dimulai dari Pangkal. Artinya tidak mungkin kita langsung bangun jalan di Pulau Rimau dan Selat Penuguan namun kita bangun dari Kecamatan Suak Tapeh, dan insyaallah tahun ini pengecoran jalan akan sampai ke Jembatan Tanah Kering Pulau Rimau, “katanya.

Dikatakan Askolani, rusaknya jalan poros Pulau Rimau ini juga menjadi buah bibir dan viral dimedia sosial, namun mereka tidak adil juga yang diviralkan cuma jalan rusak sementara jalan yang sudah dibangun oleh Pemkab Banyuasin tidak diviralkan.

“Kalau kemaren ada yang mandi lumpur dan viral, nah kalau jalan sudah dicor, nanti viralkan juga sambil ngopi di atas jalan yang sudah cor, ” canda orang nomor satu di Banyuasin ini.

Baca Juga :   Kemacetan Bertambah Parah, Ini Kata Kadishub Banyuasin

Jujur saja tegas Askolani, biaya pembangunan jalan poros Pulau Rimau dan jalan poros lainnya dari dana pinjaman Bank Sumsel Babel senilai Rp 288 Miliar. Karena kalau hanya mengandalkan APBD tentu sampai kiamat tidak akan selesai, dan jalan-jalan dalam wilayah Banyuasin akan semakin rusak parah. Maka dirinya mengambil sikap untuk melakukan pinjaman.

” Kita minjam, banyak yang mencemooh, ada yang bilang kalau minjam semua orang juga bisa. Tapi ingat minjam dana sebesar itu tidak mudah, kalau tidak ada kepercayaan tentu tidak akan bisa mendapatkan dana pinjaman. Sebelum minjam kita harus mendapat persetujuan 45 anggota dewan, itu tidak mudah, harus mendapat persetujuan Mendagri dan Menteri Keuangan. Artinya ini kami lakukan demi masyarakat Banyuasin, “jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Bupati H Askolani mengingatkan Kontraktor agar mengerjakan proyek ini dengan baik, sungguh-sungguh, sesuai RAB dan gambar, Kemudian Kadis PUTR untuk melakukan pegawasan dan memperhatikan proses pengerjaannya. Dan Camat, Kades, Masyarakat dan ormas untuk mengawasi penggunaan jalan.

“Dumtruk dilarang melintas kalau melebihi 8 ton, saya sudah Instruksikan Kadis Perhubungan bersama Kasat Pol PP untuk memasang portal jalan. Dan kita tidak tebang pilih, kalau melebihi tonase tidak boleh melintas, “tegasnya.

“Kemaren ada beberapa perusahaan mau menghadap, saya tolak. Tidak ada urusan semuanya harus sesuai aturan, tidak ada pilih kasih. Yang jaga portal juga jangan main-main, harus diawasi kalau pungli kita pecat, “tegasnya.

Selain jalan poros Pulau Rimau, Lanjut Askolani ada enam jalan poros lagi yang siap dikerjakan dan segera kita lounching, yakni Pengaspalan jalan poros Desa Lubuk Karet, Taja Raya II dan Taja Mulya Kec Betung sepanjang 12 Km, Peningkatan Ruas Jalan Muara Padang- Muara Sugihan Kec Muara Padang sepanjang 21 Km, Pembangunan Jalan Poros Kabupaten Banyuasin I – Air Saleh Prambahan Jalur 10 sepanjang 12 Km.

Kemudian, Peningkatan jalan sungai dua – Prajen Kec Rambutan sepanjang 3.50 Km, Pengecoran Jalan Poros Sukamulya -Karang Petai Kecamatan Banyuasin III sepanjang 11,50 Km dan Rehab jalan poros Tanah Mas Kec Talang Kelapa sepanjang 3,15 Km.

Baca Juga :   Bupati Askolani : Saya Jadi Bupati Ada Pengaruh Pramuka

Pemkab Banyuasin terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan untuk membuka akses bagi masyarakat. ” Melalui program Infrastruktur bagus, insyaallah semua jalan penghubung didalam wilayah Banyuaskn akan mulus dan harapan kita perekonomian masyarakat makin baik dan sejahtera, “katanya.

Maka dari itu, dirinya minta dukungan seluruh masyarakat agar proses pembangunan ini berjalan lancar tidak ada halangan. Dan yang terpenting jangan di pertanyakan lagi kenapa harus pinjam dana untuk bangun jalan, karena dengan dana pinjaman ini merupakan solusi untuk mengatasi persoalan infrasfruktur mengingat kalau mengandalkan APBD Banyuasin tentu sampai kapanpun tidak akan bisa.

Anggota DPRD Banyuasin Farida Ahyati Rochim dan H Ali Mahmudi menyambut baik di lounchingnya pembangunan jalan poros Pulau Rimau tersebut. Kedua wakil rakyat ini minta masyarakat untuk menjaga jalan ini dengan tidak membawa angkutan melebihi tonase jalan.

” Selama ini kita berpanas-panasan, berlumpur dan berdebu. Rasanya sudah lelah, nah sekarang jalan dibangun. ayo kita jaga bersama-sama, “ajaknya.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Pulau Rimau Huzaimah mengatakan masyarakat Pulau Rimau dan tentu masyarakat Selat Penuguan bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati Banyuasin yang telah mengupayakan pembangunan jalan poros tersebut.

” Pak Bupati sampai ngutang untuk membangun jalan poros Pulau Rimau, ini tentu demi masyarakat. Maka saya ajak masyarakat untuk bersyukur dengan menjaga jalan ini secara bersama-sama dengan tidak membawa angkutan melebihi kapasitas jalan. Jangan mendahulukan kepentingan pribadi tapi pikirkan kepentingan masyarakat banyak, “ajaknya. (Faz)

Tujuh Jalan Poros

1. Pengaspalan jalan poros Desa Lubuk Karet, Taja Raya II dan Taja Mulya Kec Betung Rp 30,62 M

2. Peningkatan Ruas Jalan Muara Padang- Muara Sugihan Kec Muara Padang Rp 81,84 M

3. Pembangunan Jalan Poros Kabupaten Banyuasin I – Air Saleh Prambahan Jalur 10 Rp 49,32 M

4. Peningkatan Jalan Lubuk lancang kec Suak Tapeh menuju Kec Pulau Rimau Rp 77,08 M

5. Peningkatan jalan sungai dua – Prajen Kec Rambutan Rp 13,58 M

6. Pengecoran Jalan Poros Sukamulya -Karang Petai Kecamatan Banyuasin III Rp 39,27 M

7. Rehab jalan poros Tanah Mas Kec Talang Kelapa Rp 8,2 M

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here