Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Rahmat tersangka pembuat laporan Palsu saat di amalan di MA Polresta Palembang.
Rahmat tersangka pembuat laporan Palsu saat di amalan di MA Polresta Palembang.

Hindari Tanggungan Kredit, Rahmat Nekat Bohongi Polisi

Palembang,  Detik Sumsel, – Maksud hati ingin membuat laporan ke Polisi karena sudah menjadi korban aksi begal, seorang tukang ojek bernama Rahmat (50) warga Jalan Tanjung Api-Api Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Sukarami Palembang malah ditangkap polisi.

Itu karena korban melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, petugas SPKT Polresta Palembang, sesuai dengan SOP, petugas piket SPKT, Identifikasi dan Reskrim langsung mengecek lokasi tempat kejadian perkara.

Dan ternyata, setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pengambilan keterangan saksi di lapangan, laporan yang disampaikan Rahmat ke Petugas Palsu adanya atau di rekayasa.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara SIK, melalui KA SPKT, Iptu Heri saat dikonfirmasi Kamis (8/11) mengatakan jika tersangka Rahmat ini pada Kamis (8/11) sekitar pukul 12.00 WIB, mendatangi SPKT Polresta Palembang guna membuat laporan LP B kasus Pembegalan.

Dalam laporannya, Rahmat melaporkan kasus Pencurian dengan Kekerasan (Curas). Ia mengaku sudah menjadi korban begal yang terjadi pada Rabu (7/11) sekitar pukul 18.00 WIB, dimana kejadian bermula ketika ia menerima orderan ojek untuk mengantar penumpang dari bandara hendak ke Simpang Tegal Binangun.

Namun sesampainya dilokasi, Rahmat mengatakan ia sudah menjadi korban begal, dan ia pun harus merelakan sepeda motonya jenis Honda dengan nopol BG 4621 ACE dibawa kabur kawanan pelaku begal.

Baca Juga :   Rental Mobil Palembang Minta Leasing Tangguhkan Angsuran Kredit

“Awalnya kami memang sudah curiga, dan kami sudah menjelaskan, jika keterangan ini palsu dia akan di penjara. Namun Rahmat masih tetap mau melapor. Nah setelah dicek TKP, ternyata laporan Rahmat pun palsu, langsung kita amankan dia,” ungkap Herry.

Hal itu terungkap, lanjut Heri, setelah pihaknya memeriksa saksi dilapangan. Dan ternyata saksi dilapangan mengatakan hari dan jam dimaksud tidak ada kejadian Curas tersebut.

“Beberapa saksi dilapangan tidak ada yang mengatakan bahwa kejadian itu ada. Atas ulahnya pelaku dikenakan pasal 242 KUHP, tentang keterangan palsu, ancaman kurungan penjara 4 tahun,” tegasnya.

Baca Juga :   Peringati HAN Pengurus Bhayangkari Sumsel Santuni Anak Berkebutuhan Khusus

Sedangkan, ketika ditanya Rahmat mengakui ulahnya yang sudah membuat laporan palsu di Polresta Palembang. Menurutnya, ia terpaksa melakukan hal tersebut, lantaran tidak mempunyai uang lagi untuk membayar angsuran motornya tersebut.

“Motor itu sudah saya bayar 6 kali pak, tapi angsuran ke 7 saya tidak mempunyai uang lagi, jadi saya terpaksa membuat laporan palsu. Padahal motor itu saya jualkan pak, yang menjualkannya itu teman saya,” ungkapnya menyesal.(vot)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Poetra

Avatar

Check Also

Plt Bupati Muara Enim H Juarsa SH saat bersaksi di Sidang OTT PUPR Muara Enim Di PN Klas 1 A khusus Tipikor Palembang, Selasa (20/10) Detik Sumsel.com, Putra

Bantah Terima Fee, Plt Bupati Muara Enim Mengaku Difitnah

Palembang, Detik Sumsel,- Setelah namanya disebut beberapa saksi dipersidangan lalu,  Plt Bupati Mauara Enim H …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *