Pemerintah Kabupaten Banyuasin Siap Menyukseskan Asian Games Tahun 2018

Hindari Tanggungan Kredit, Rahmat Nekat Bohongi Polisi

0
591
Rahmat tersangka pembuat laporan Palsu saat di amalan di MA Polresta Palembang.
Rahmat tersangka pembuat laporan Palsu saat di amalan di MA Polresta Palembang.

Palembang,  Detik Sumsel, – Maksud hati ingin membuat laporan ke Polisi karena sudah menjadi korban aksi begal, seorang tukang ojek bernama Rahmat (50) warga Jalan Tanjung Api-Api Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Sukarami Palembang malah ditangkap polisi.

Itu karena korban melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, petugas SPKT Polresta Palembang, sesuai dengan SOP, petugas piket SPKT, Identifikasi dan Reskrim langsung mengecek lokasi tempat kejadian perkara.

Dan ternyata, setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pengambilan keterangan saksi di lapangan, laporan yang disampaikan Rahmat ke Petugas Palsu adanya atau di rekayasa.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara SIK, melalui KA SPKT, Iptu Heri saat dikonfirmasi Kamis (8/11) mengatakan jika tersangka Rahmat ini pada Kamis (8/11) sekitar pukul 12.00 WIB, mendatangi SPKT Polresta Palembang guna membuat laporan LP B kasus Pembegalan.

Dalam laporannya, Rahmat melaporkan kasus Pencurian dengan Kekerasan (Curas). Ia mengaku sudah menjadi korban begal yang terjadi pada Rabu (7/11) sekitar pukul 18.00 WIB, dimana kejadian bermula ketika ia menerima orderan ojek untuk mengantar penumpang dari bandara hendak ke Simpang Tegal Binangun.

Namun sesampainya dilokasi, Rahmat mengatakan ia sudah menjadi korban begal, dan ia pun harus merelakan sepeda motonya jenis Honda dengan nopol BG 4621 ACE dibawa kabur kawanan pelaku begal.

“Awalnya kami memang sudah curiga, dan kami sudah menjelaskan, jika keterangan ini palsu dia akan di penjara. Namun Rahmat masih tetap mau melapor. Nah setelah dicek TKP, ternyata laporan Rahmat pun palsu, langsung kita amankan dia,” ungkap Herry.

Hal itu terungkap, lanjut Heri, setelah pihaknya memeriksa saksi dilapangan. Dan ternyata saksi dilapangan mengatakan hari dan jam dimaksud tidak ada kejadian Curas tersebut.

“Beberapa saksi dilapangan tidak ada yang mengatakan bahwa kejadian itu ada. Atas ulahnya pelaku dikenakan pasal 242 KUHP, tentang keterangan palsu, ancaman kurungan penjara 4 tahun,” tegasnya.

Sedangkan, ketika ditanya Rahmat mengakui ulahnya yang sudah membuat laporan palsu di Polresta Palembang. Menurutnya, ia terpaksa melakukan hal tersebut, lantaran tidak mempunyai uang lagi untuk membayar angsuran motornya tersebut.

“Motor itu sudah saya bayar 6 kali pak, tapi angsuran ke 7 saya tidak mempunyai uang lagi, jadi saya terpaksa membuat laporan palsu. Padahal motor itu saya jualkan pak, yang menjualkannya itu teman saya,” ungkapnya menyesal.(vot)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here