Gran Fondo
Mantan manajer SFC Hendri Zainuddin (Istimewa)
Mantan manajer SFC Hendri Zainuddin (Istimewa)

Hendri Zainuddin Minta Muddai Madang Bersikap Ksatria, SFC Bukan Milik Perorangan

Palembang, Detik Sumsel-Tim SAR dan Prestasi Sriwijaya FC akhirnya merampungkan tugas yang diberikan oleh gubernur Sumatera Selatan Herman Deru. Hasilnya, diperoleh beberapa rekomendasi terkait hasil investigasi dan penelusuran selama melaksanakan tugasnya.

Wakil Ketua Tim SAR dan Prestasi SFC Hendri Zainuddin mengungkapkan, dari hasil rapat yang dilakukan pihaknya, ada beberapa hal yang akan menjadi bahan laporan dan rekomendasi kepada gubernur Sumsel.

“Pertama kita gagal membantu PT. SOM untuk mempertahankan SFC tetap berlaga di Liga 1. Dari 7 sisa pertandingan, kita hanya mampu selamatkan menyelamatkan 3 laga. Sedangkan 4 lainnya tidak berhasil,”terangnya kepada media, Senin (17/12) siang.

Dalam hal ini kata Hendri, pihaknya tidak mampu berbuat lebih banyak karena hanya dapat membantu tim dari non tekhnis, seperti memberikan motivasi kepada pemain dengan memberikan bonus dan lainya.

Baca Juga :   Kasus Meninggal di Sumsel Bertambah 2, Total 8 Kasus

“Kedua dari sisi kepemilikan, tim SAR dan Prestasi SFC memperoleh kepastian bahwa status PT. SOM di SFC hanya sebagai pengelola. Hal itu tertuang dalam mandat Yayasan Sepakbola Sriwijaya (YSS) yang merupakan milik Pemprov Sumsel dan ditandatangani Dodi Reza Alex bersama dengan Ridwan Mukti,”jelasnya.

Selain itu lanjut Senator asal Sumsel ini, dalam mandat yang diberikan oleh YSS pada awal perpindahan pengelolaan dari pengelola SFC yang lama kepada PT. SOM. Manajemen klub (PT. SOM) diminta melanjutkan pengelolaan SFC termasuk menyelesaikan masalah hutang yang ada saat itu (2008) sebesar Rp. 7.5 Miliar.

Atas dasar temuan tersebut, pihaknya dari tim SAR dan Prestasi SFC menyarankan kepada gubernur untuk membentuk PT baru sebagai pengelola SFC atau tetap memakai PT. SOM.

Baca Juga :   November, Maher Zain Tampil di Palembang

“Tapi ada konsekuensinya, harus membayar hutang kepada Muddai Madang sebesar Rp. 20 Miliar. Karena katanya uangnya terpakai untuk membayar kontrak pemain, tiket keberangkatan tim, penginapan dan lainnya. Tapi kita akan audit dulu, apakah memang benar atau tidak,”tegasnya.

Namun jelas Hendri, perubahan PT yang akan mengelola SFC tidak akan menjadi masalah. Karena perubahan pengelola klub merupakan hal yang biasa dalam sepakbola.

“Kita juga berharap agar Muddai Madang bersikap ksatria, SFC bukan milik perorangan. Sudahlah, SFC itu punya masyarakat Sumsel, jangan dibalik-balik. Kembalikan lah kepada gubernur, karena SFC milik Pemprov Sumsel, janganlah merugikan masyarakat. Kecuali gubernur memutuskan, bahawa pengelolaan SFC masih diberikan kepadanya,”ucapnya. (iyop)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC

About Iyop DS

Avatar

Check Also

Warga di Pagaralam Terpaksa Undur Acara Resepsi

Pagaralam, Detik Sumsel- Berdasarkan adanya kesepakatan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam bersama dengan satuan gugus tugas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *