Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Daerah Heboh Diduga Jejak Kaki Harimau di Muba, Ini Penjelasan BKSDA Sumsel

Heboh Diduga Jejak Kaki Harimau di Muba, Ini Penjelasan BKSDA Sumsel

Tanggal : Pukul :
312
0
Heboh Diduga Jejak Kaki Harimau di Muba, Ini Penjelasan BKSDA Sumsel
Tim gabungan, saat memeriksa talapak kaki yang diduga harimau oleh masyarakat.

Sekayu, Detik Sumsel – Hebohnya penemuan jejak kaki yang diduga jejak kaki harimau di Desa Karang Ringin 2 Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Muba pada, Senin (17/2) lalu.

Tim gabungan dari Pemerintah Kecamatan, Polri, TNI, dan BKSDA, telah memastikan jika jejak kaki tersebut kucing hutan.

“Ya, hari ini kita telah turun kelokasi terkait penemuan jejak kaki harimau yang ditemukan oleh masyarakat senin kemarin. Kita turun bersama BKSD, Polisi, TNI dan masyarakat, dipastikan oleh BKSDA jejak kaki harimau tersebut bukan bukan harimau melain kucing hutan,”kata Camat Lawang Wetan Tazarni, Rabu (19/2).

Lanjutnya, dari penelusuran yang dilakukan pada hari ini tidak menunjukkan adanya jejak-jejak baru. Selain itu proses penelusuran yang dilakukan terkendala pada sejumlah kebun yang terendam oleh air akibat meningkatnya volume air sungai musi.

Baca Juga :   Laporan Tahunan Baznas Muba Terbaik se-Indonesia

“Penelusuran terpaksa kita batasi melihat kondisi dilapangan tidak memungkinkan. Selain itu, kita mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panik mengenai peristiwa ini dan tidak beraktifias seorang diri,”ungkapnya.

Sementara itu, Tim BKSDA yang dipimpin oleh Kasi SKW 1 Sumsel Yusmono, memastikan bahwa jejak kaki yang diduga harimau bukanlah yang diperkirakan. Menurutnya jejak kaki harimau lebih besar yang biasanya.

“Setelah kita lihat dan berdasarkan bentuk tapak dan ukuran tapak kaki yang ada cuma 7 cm, makanya kita menyimpulkan itu tapak sejenis kucing hutan. Kalau harimau bentuk tapaknya tidak seperti itu dan besarnya minimal 10 cm,”ungkapnya.

Dijelaskannya mengenai berbahaya atau tidaknya kucing hutan menurutnya tidak berbahaya, kucing hutan menurunya pemalu dan biasa beraktifitas maam hari. “Kucing hutan beraktifitas malam hari dan biasanya masuk perkampungan untuk cari makan setelah itu kembali lagi. Sedangkan untuk habitat harimau ada di Kecmatan Lalan, Tungkal Jaya, dan Bayung Lencir serta perbatasan jambu,”tambahnya.

Baca Juga :   Inovatif, Kades Ini Bangun Gedung Serbaguna Pakai DD

Terpisah, Kapolsek Babat Toman AKP Ali Rojikin SH, mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan selalu waspada. Kendati dipastikan kucing hutan masyarakat untuk tidak beraktifitas sendirian.

“Kita mengimbau agar pihak perusahaan menghidupkan listrik di pwrumahan lebih lama, lalu menyarankan karyawan mengurangi aktivitas diluar rumah dimalam hari, berkerja secara berkelompok dan Patroli ditingkatkan. Apabila ditemukan penampakan hewan tersebut segera hubungi pihak berwajib,”ungkapnya. (dho)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here