Pemprov
Foto: Dokumentasi Keluarga Indah

Hasil Swab Indah Warga Ogan Ilir Korban Sriwijaya Air Keluar Lebih Awal

Indralaya, Detik Sumsel- Keluarga Indah Halimah Putri (26 tahun), salah satu penumpang pesawat Sriwijaya Air SJY 182 yang hilang kontak di Kepulauan Seribu, kini masih menunggu kabar mengenai pencarian pesawat beserta 50 penumpang dan 12 krunya itu.

Ridwan, ayahanda Indah mengatakan, tak ada yang bisa diperbuat keluarga selain menunggu informasi terkini.

“Sedang menunggu dari pemberitaan. Sedang menunggu kabar dari kerabat di Jakarta juga,” kata Ridwan saat ditemui di kediamannya di RT 07 Dusun IV Desa Sungai Pinang 2, Kecamatan Sungai Pinang, Ogan Ilir, Minggu (10/1).

Ridwan mengungkapkan, Indah beberapa bulan terakhir tinggal di Sungai Pinang selama proses kehamilan hingga melahirkan. Setelah melahirkan putra pertama pada Mei lalu, Indah tinggal bersama orang tuanya.

Sementara sang suami bernama Rizki Wahyudi (27 tahun), tinggal di Ketapang, Kalimantan Barat karena bekerja di Dinas Lingkungan Hidup setempat. Pada 15 Desember lalu, Rizki datang ke Sungai Pinang untuk menjemput Indah.

“Selama 10 hari menantu saya tinggal di sini. Tanggal 25 Desember, Puput (nama panggilan kesayangan untuk Indah), anaknya dan suaminya pamit mau berangkat ke Pontianak. Tapi katanya mau ke Pangkalpinang Bangka Belitung dulu,” ungkap Ridwan.

Baca Juga :   Foto: Rangkaian Peringatan Hari Waisak

Berangkatlah tiga orang anggota keluarga itu, Indah, suaminya Rizki dan putranya Arkana Nadhif yang berusia 7 bulan itu. Setiba di Pangkalpinang, keluarga ini tinggal terlebih dahulu di rumah ibunda Rizki bernama Rosi Wahyuni.

“Anak saya itu ke Pangkalpinang tujuannya mau jemput mertuanya dulu, ibunya Rizki. Sekitar sepuluh hari mereka di sana. Tanggal 4 Januari, mereka terbang ke Pontianak, tapi singgah dulu di Jakarta,” terang Ridwan.

Anggota keluarga yang bertolak dari Pangkalpinang ke Jakarta pun menjadi lima orang. Selain Indah, Rizki, Arkana dan Rosi, ada seorang anggota keluarga lainnya bernama Nabila Anjani.

Nabila diketahui merupakan saudara sepupu Rizki. Tiba di Jakarta, keluarga ini melakukan swab PCR test pada 8 Januari lalu.

Menurut Ridwan, berdasarkan keterangan putrinya itu, hasil swab akan keluar dua hari kemudian atau pada 10 Januari.

“Tapi kata anak saya, swab test-nya ternyata keluar lebih cepat tanggal 9 Januari pagi. Akhirnya langsung pesan tiket pesawat hari itu juga,” ujar Ridwan.

Baca Juga :   Selama Arus Mudik, Ada 7 Kejadian Kecelakaan di Sumsel

Menurutnya, Indah terakhir kali mengirim pesan mengenai hasil swab PCR test, beberapa jam sebelum terbang.

“Kemarin pukul 13.52, Puput SMS saya, katanya hasil PCR test-nya negatif,” kata Ridwan

Menurut Ridwan, Indah juga sempat mengatakan bahwa pesawat yang ditumpanginya delay karena cuaca buruk.

“Kata Puput, pesawatnya delay karena hujan deras di Jakarta. Tapi delay berapa jam, dia tidak bilang,” ujar Ridwan.

Setelah SMS dari Indah, pada petang harinya Ridwan mendapat informasi dari media sosial bahwa ada pesawat hilang kontak di Kepulauan Seribu.

Ia juga menerima daftar nama penumpang pesawat Sriwijaya Air SJY 182, di mana ada nama Indah dan keempat anggota keluarga lainnya.

“Kami syok. Kemarin rasanya lidah Kelu sekali,” ungkap Ridwan yang tampak tegar itu.

Saat ini Ridwan masih menuggu informasi dari keluarga di Jakarta.

“Nunggu kabar dari keponakan yang tinggal di Jakarta,” kata Ridwan. (AL)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

About Jamaluddin

Avatar

Check Also

Dua Jam Dibiarkan, Penumpang Bus Meninggal, Rupanya Karena Sesak Napas

Lahat, Detik Sumsel – Warga di sekitar Rumah Makan Alkinan, Kelurahan Pagar Agung, Kecamatan Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *