Pemerintah Sumatera Selatan
Beranda Daerah Hasil Sidak, Diduga Restoran Lakukan Manipulasi Pajak

Hasil Sidak, Diduga Restoran Lakukan Manipulasi Pajak

Tanggal : Pukul :
1050
0
Tim Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah BP2RD) bersama Kasi Perdata dan Tata Usaha (Datun) Kejari Muba melakukan inspekasi mendadak (sidak) terhadap dua Rumah makan yang disinyalir melakukan manipulasi pajak Restoran 10 persen.

Sekayu, Detik Sumsel – Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) menindak lanjuti kerjasama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Muba beberapa waktu lalu. Akhirnya, pada Senin (15/10), tim BP2RD bersama Kasi Perdata dan Tata Usaha (Datun) Kejari Muba melakukan inspekasi mendadak (sidak) terhadap dua Rumah makan yang disinyalir melakukan manipulasi pajak Restoran 10 persen.

Kasi Datun Kejari Muba, Elyas Mozart Situmorang SH mengatakan, aksi nyata ini merupakan tindak lanjut dari MoU serta penyerahan 24 wajib pajak daerah yang menunggak serta diduga bermain data pajak, salah satunya pajak restoran.

“Nah, dari sanalah kita lihat serta turun langsung dengan menjadi pembeli. Dan memang terlihat tidak masuk akal, omset dalam sehari bisa mencapai jutaan dari pajak restoran, tapi yang disetorkan Rumah Makan Kupik Randik hanya mencapai ratusan ribu dalam sebulan,” ungkap Elyas kepada awak media.

Bahkan, dari sidak dua rumah makan yakni Kupik Randik dan Pelangi yang berada dijalan lintas tengah, keduanya tidak menggunakan nota dari BP2RD yang mana asli untuk iuran pajak asli daerah (PAD).

“Kendati begitu, kedua pemiliknya menyambut positif dan memiliki respon cepat dalam menindaklanjuti kita. Dimana, mereka berkomitmen kedepannya akan menggunakan nota pembayaran dari BP2RD guna membantu dalam peningkatan PAD,” jelasnya.

Bilamana, masih tepat membandel dengan menggunakan nota pembayaran diluar BP2RD, Elyas menegaskan, akan ditindak tegas karena itu menyalahi ketentuan. Karena, para pembeli yang makan sudah membayar pajak restoran 10 persen. “Kalau tidak disetorkan. Kan, ranahnya pidana penggelapan pajak,” tegasnya.

Kepala BPPRD Riki Junaidi AP MSi melalui Kabid Penagihan dan Pembukuan, Solekhan AS menambahkan, ini lanjutan dari kedatangan tim BP2RD yang memberikan data-data wajib pajak daerah yang menunggak baik itu pajak restoran, PBB, Hotel, dan Pajak Penerangan Jalan Non PLN. “Kesemua wajib pajak sebagian besar diwilayah Kecamatan Sekayu. Tentunya, ini merupakan gebrakan pertam. Selanjutnya, kita akan lakukan diwilayah kecamatan dalam Kabupaten Muba,” ucapnya.

Sementara itu, pemilik rumah makan Kupik Randik, Alfian, mengaku, pihaknya meminta perlakuan yang sama diterapkan terhadap seluruh rumah makan yang ada di Muba. “Ya jangan hanya kita saja (diperiksa), seluruhnya harus (diterapkan),” tandasnya. (edy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here