Pasang Iklan Detik Sumsel
Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Informasi Haji Hari ke-3 di Madinah, Jemaah Haji Berziarah di Tempat Bersejarah

Hari ke-3 di Madinah, Jemaah Haji Berziarah di Tempat Bersejarah

Tanggal : Pukul :
299
0
Kontributor DetikSumsel, KH. Amiruddin Nahrawi

Palembang, DetikSumsel – Aktivitas ketua Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD), KH. Amiruddin Nahrawi beserta rombongan di hari ke-3 di Madinah, melakukan kunjungan serta berziarah di tempat-tempat bersejarah.

Kunjungan tersebut tergabung dalam KBIH AR-Rahmah pimpinan Bapak H. Ismail Umar, dengan bertindak sebagai pembimbing Haji KH. Zainal Umari dan H. Lukman.

Adapun tempat-tempat yang di kunjungi ialah yang pertama di kebun kurma, kedua di masjid kuba (Masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad), selanjutnya ke Jabal Uhud.

Dalam kunjungannya tersebut KH. Amiruddin Nahrawi dan para rombongan mendapatkan cerita kejadian yang pernah terjadi di Jabal Uhud. Jabal Uhud adalah sebuah bukit berjarak 5 kilometer dari utara Kota Madinah dengan ketinggian sekitar 1.077 meter, selalu dikenang oleh umat Islam karena di lembah gunung ini pernah terjadi peperangan besar antara pejuang Islam dan kaum kafir Quraisy pada 15 Syawal 3 Hijriyah (Maret 625 Masehi) yang menyebabkan 70 pejuang Islam mati syahid.

Baca Juga :   359 JCH Kloter Pertama Siap Berangkat

Menurut keterangan yang diperoleh, dari ke-70 Syuhada yang gugur dalam peperangan tersebut, di antaranya paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muththalib, yang digelari Asa­Dullah wa Asadur Rasul (Singa Allah dan Rasul-Nya), Mush’ab bin Umair, dan Abdullah bin Jahsyin.

Dan yang lebih ironisnya, ketika Hamzah meninggal hatinya di makan mentah-mentah oleh Hindun binti Utbah sebagai reaksi kebenciannya terhadap Nabi Muhammad. Meskipun pada akhirnya sosok pemakan hati paman nabi tersebut bertaubat dan menjadi wanita muslimah yang mulia dan menjadi pembela agama Allah SWT. Para syuhada itu dimakamkan di tempat mereka gugur, di sekitar Gunung Uhud. Nabi Muhammad SAW sendiri dalam peperangan tersebut mendapat luka-luka. Dan sahabat-sahabatnya yang menjadi perisai untuk Rasul gugur karena badannya dipenuhi anak panah.

Baca Juga :   JCH Asal OKU Timur dan Palembang Tiba di Asrama Haji

Setelah mendengar cerita tersebut, KH. Amiruddin Nahrawi berpendapat cerita yang telah kami peroleh ini menjadi suatu pelajaran bahwasaanya Nabi Muhammad dalam menegakkan Agama Allah melalui perjuangan yang sangat besar.

KH. Amiruddin Nahrawi menambahkan tentunya kita sebagai generasi pewaris dan penerus agama Islam sejarah ini perlu kita bagikan kepada seluruh rakyat sumatera selatan, agar mereka yang telah memeluk Islam dapat mengimani Agamanya serta selalu taqwa kepada Allah dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT.

Laporan Kontributor DetikSumsel : KH. Amiruddin Nahrawi

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here