Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Tampak penjual cabai di Pasar Kaget Lahat yang ramai pembeli. Foto Heru/DS

Harga Cabai Anjlok, Petani Biarkan Cabai Membusuk

Lahat, Detik Sumsel — Berbeda dengan harga daging, yang masih bertengger diharga Rp 130 ribu pasca perayaan tahun baru 2019. Harga cabai keriting di pasar tradisional di Lahat malah anjlok. Hal ini rupanya membuat petani merugi, dan prustasi. Hingga ada petani yang membiarkan cabai membusuk dibatang, tanpa dipanen.

Seperti yang diutarakan oleh Dedi (35) selaku penjual cabai. Dirinya mengaku harga cabai anjlok menjadi Rp 10 ribu perkilo, dari sebelumnya Rp 25 ribu perkilo saat mengambil dipetani cabai. Kondisi ini jelas merugikan petani, karena hasil yang didapat tidak sesuai dengan modal.

Baca Juga :   PT Rambang Agro Jaya Diduga Kuasai Ratusan Hektar Lahan

“Yang rugi, jelas petani. Kalau kita tetap stabil. Karena petani harus memikirkan biaya bibit, pupuk, perawatan, hingga ongkos angkut,”jarnya dibincangi di Pasar Kaget, Kota Lahat, Rabu (23/1).

Sementara, Sutriani (34), petani cabai di Desa Tunggul Bute, Kecamatan Kota Agung, Lahat ini menuturkan, anjloknya harga cabe karena cabe dari Kota Pagaralam dan Curup, juga masuk ke Pasar Tradisional Lahat. Menumpuknya stok cabai di pengepul, membuat harga cabai jadi anjlok.

“Tidak sesuai dengan modal, terpaksa kita biarkan membusuk saja. Karena untuk dibawa ke pasar, kita juga harus mengeluarkan biaya angkut,”tuturnya.

Baca Juga :   Dijanjikan Bekerja Setelah Ikut Diklat, Belasan Remaja Ini Rupanya Tertipu

Disisi lain, Kepala Dinas Perdagangan Lahat, Sukaca, melalui Kabid Perdagangan, Hamzah Seviyusman mengatakan, dirinya baru mengetahui kondisi ini. Dirinya menyarankan kedepan, petani padi harus membentuk sebuah wadah, yang dinaungi pemerintah, agar bisa harga cabai selalu stabil.

“Jangan saling menyalahkan. Sudah saatnya petani berevolusi dan kreatif. Tidak selalu menjual bahan mentah cabai,  kenapa tidak dijadikan cabai giling, jadi tidak merugi,”katanya. (heru).

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Heru Senovlan

Avatar

Check Also

Cerita Piluh Ojek Online Ditengah Pandemi Covid 19

Kisah Piluh Ojek Online Ditengah Pandemi Covid 19 — Pandemi Covid 19 yang mewabah diseluruh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *