Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Daerah Gruduk Kejati, Massa NCW Tuntut Tuntas Korupsi di Lahat

Gruduk Kejati, Massa NCW Tuntut Tuntas Korupsi di Lahat

Tanggal : Pukul :
221
0
Massa NCW sambangi Kejati Sumsel , Tuntut tuntaskan Korupsi di Lahat
Massa NCW sambangi Kejati Sumsel , Tuntut tuntaskan Korupsi di Lahat

Palembang, Detik Sumsel,-Puluhan massa dari DPD Nasional Corruption Watch (NCW) Kabupaten Lahat, Rabu (30/10) menggelar unjuk rasa di halaman gedung Kejati Sumsel. Kedatangan mereka meminta agar Kejati Sumsel mengusut dugaan kasus korupsi di Kabupaten Lahat.

Dodo Arman salah orator massa aksi saat menyampaika aspirasinya mengatakan, kedatangan ia dan rekan-rekannya meminta agar Kejati Sumsel mengusut tuntas dugaan korupsi yang terjadi tahun 2014 di Lahat.“Kami meminta dugaan kasus ini segera diungkap oleh pihak Kejati Sumsel,” ujar Dodo dalam orasinya.

Selain itu, massa aksi juga mendesak dan meminta Kejati Sumsel untuk mengusut sejumlah dugaan kasus korupsi di Lahat, misalnya seperti terkait revitalisasi di salah satu SMP di Lahat senilai Rp 19,5 miliar, pembangunan lapangan sepakbola di salah satu sekolah di Lahat dengan anggaran Rp 1,7 miliar, dan terkait dana swakelola di dua instansi di Kabupaten Lahat.

Sementara Koordinator Aksi, Mukri mengatakan, jika pihaknya meminta Kejati Sumsel agar penyelidikan dugaan korupsi di Kabupaten Lahat tersebut segera dituntaskan.

Ditambahkan Ruben yang juga Koordinator Aksi, jika untuk dugaan korupsi yang terjadi di Lahat diduga sudah terjadi secara sistimatis dan masiv.

Dalam unjuk rasa tersebut, perwakilan massa aksi juga menyerahkan puluhan berkas laporan dugaan korupsi di Kabupaten Lahat kepada pihak Kejati Sumsel.

Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sumsel, Dedy Suwardi SH MH mengungkapkan, jika dirinya yang menerima massa aksi saat massa menggelar unjuk rasa di Kejati Sumsel.

Dikatakannya, pihaknya berterima kasih dan mengapresiasi massa aksi yang telah datang menyampaikan laporan terkait dugaan korupsi terkait revitalisasi di salah satu SMP di Lahat, pembangunan lapangan sepakbola di salah satu sekolah di Lahat dan dana swakelola di dua instansi pemerintah di Kabupaten Lahat.
“Untuk laporan yang disampaikan tersebut akan kami telaah dulu. Karena laporan itu akan diteleti lebih dulu, jadi tidak serta merta langsung diselidiki. Sedangkan untuk dugaan korupsi tahun 2014 yang juga jadi tuntutan massa aksi, sebenarnya itu laporan yang dulu pernah dilaporkan di Kejati Sumsel, dan sudah ditindaklajuti oleh Jaksa Pidsus, namun hasilnya belum ditemukan indikasi pidana. Bahkan dari pemeriksaan BPK juga belum ditemukan kerugian negaranya,” tukasnya.(vot)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here