Beranda Refleksi Generasi Milenial Selamatkan Hak Pilih

Generasi Milenial Selamatkan Hak Pilih

Tanggal : Pukul :
234
0
Generasi Milenial Selamatkan Hak Pilih

Pemilihan umum (Pemilu) 2019 sudah mulai riuh. Sebab, masa kampanye telah dimulai. Semua caleg dan capres pun telah berlomba untuk memperkenalkan diri.

Untuk capres ada dua. Joko Widodo berpasangan Ma’ruf Amin. Kemudian, Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Tentang calon legislatif jumlahnya banyak. Termasuk di Sumatera Selatan.

Dalam pemilu semua orang akan berlomba untuk mendapat simpati. Selanjutnya, ingin dipilih saat hari pemilihan nanti. Banyak potensi suara akan diperebutkan oleh para kandidat. Baik generasi tua maupun muda.

Untuk generasi muda tahun politik kali ini akan menjadi banyak sorotan. Sebab, jumlah pemilih dari generasi milenial cukup signifikan.

Siapa generasi milenial. Mereka adalah generasi Y. Kelompok demografi setelah Generasi X. Tidak ada batas waktu yang pasti untuk awal dan akhir dari kelompok ini. Para ahli dan peneliti biasanya menggunakan awal 1980-an sebagai awal kelahiran kelompok ini dan pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahiran.

Milenial pada umumnya adalah anak-anak dari generasi Baby Boomers dan Gen-X yang tua. Milenial kadang-kadang disebut sebagai “Echo Boomers” karena adanya ‘booming’ (peningkatan besar) tingkat kelahiran di tahun 1980-an dan 1990-an.

Baca Juga :   Dimas Rifano Pimpin REI Banyuasin

Untungnya di abad ke 20 tren menuju keluarga yang lebih kecil di negara-negara maju terus berkembang, sehingga dampak relatif dari “baby boom echo” umumnya tidak sebesar dari masa ledakan populasi setelah perang dunia kedua.

Di Indonesia mereka yang masuk generasi milenial saat ini sudah memiliki hak pilih. Ada yang sudah bekerja. Meski sebagian dalam proses belajar di perguruan tinggi. Bahkan, ada yang masih di tingkat pelajar.

Jumlahnya cukup signifikan dalam daftar pemilih tetap. Mereka sangat rasional sekali. Jadi, perlu ada gerakan bersama agar mereka sadar bahwa mereka memilik kewajiban untuk mensukseskan pemilu.

Partisipasi Pemilih

Generasi milenial masuk dalam kategori pemilih yang cukup paham. Sehingga partisipasinya diharapkan. Sebab, partisipasi politik berpengaruh terhadap legitimasi masyarakat terhadap jalannya suatu pemerintahan. Dalam suatu Pemilu misalnya partisipasi politik berpengaruh terhadap legitimasi masyarakat kepada pasangan calon yang terpilih.

Menurut Sudijono Sastroatmodjo dalam Buku Perilaku Politik, partisipasi politik merupakan aspek penting dalam sebuah tatanan negara demokrasi, Sekaligus merupakan ciri khas adanya modernisasi politik.

Secara umum dalam masyarakat tradisional yang sifat kepemimpinan politiknya lebih ditentukan oleh segolongan elit penguasa, keterlibatan warga negara dalam ikut serta memengaruhi pengambilan keputusan, dan memengaruhi kehidupan bangsa relatif sangat kecil.

Baca Juga :   Istimewa, Tidak di Sel, Naik Mobil Pribadi, Tahanan Kasus Tipu Gelap ini Tuai Tanda Tanya

Sedangkan menurut Miriam Budiarjo secara umum mengartikan partisipasi politik sebagai kegiatan sesorang atau kelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik yaitu dengan jalan memilih pimpinan negara secara langsung atau tidak langsung memengaruhi kebijakan pemerinah (public policy).

Prinsipnya partisipasi politik ini penting dan memiliki pengaruh dalam sistem pemerintahan. Kesadaran agar generasi milenial bisa terlibat aktif perlu sebuah gerakan bersama.

Gerakan Milenial Selamat Hak Pilih

Gerakan ini bisa dilakukan bersama. Cara memulainya yakni dengan membuat komunitas generasi milenial. Beri mereka kepercayaan untuk mengajak teman-teman yang lain. Dengan komunitas ini bisa diberikan pelatihan. Bukan seremonial pelatihan melainkan diajak praktek. Untuk praktek ada dua. Ajak mereka serasa menjadi anggota dewan. Atau menjadi penyelenggara. Beri penjelasan semua ada keterkaitan.

Generasi milenial di Sumatera Selatan sangat banyak. Punya gaya dan karakter masing-masing. Mari bersama-sama menggerakkan generasi milinial untuk terlibat aktif dalam menyelamatkan hak pilihnya.


*Penulis adalah Sekretaris PW Ansor Sumatera Selatan

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here