Iklan
Pemprov
Ketua Gemapala Sundan Wijaya menunjukkan bukti aduan ke Kapolda Sumsel dihadapan awak media

Gemapala Laporkan Bupati Lahat Dugaan Pelanggaran Protokol Kesehatan Covid 19

Palembang, Detik Sumsel — Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Lahat (Gemapala) mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel Selasa (22/12/2020). Kedatangan mereka untuk melaporkan bupati Lahat Cik Ujang SH dalam dugaan tindak pidana pelanggaran Protokol kesehatan Covid 19.

Karena belum lengkap dan tidak bukti, mereka diarahkan untuk konseling sebelum membuat laporan secara resmi.

Ketua Gemapala Sundan Wijaya mengatakan mereka melaporkan bupati Lahat Cik Ujang dalam dugaan tindak pidana pelanggaran protokol kesehatan Covid 19.

“Kami indikasikan ada unsur kesengajaan yang dilakukan oleh bupati Lahat Cik Ujang karena menggelar outbond di Bogor ditengah pandemi Covid-19 sehingga menimbulkan claster baru penularan Covid 19 yang menyebabkan dua pejabat di Lahat meninggal dunia setelah terkonfirmasi Covid 19,”katanya kepada wartawan.

Baca Juga :   Bangkitkan Gairah, Buah Semangka Bisa Gantikan Viagra

Berdasarkan keterangan, tim satgas gugus tugas Covid 19 kata Sundan Cik Ujang ikut langsung dalam rombongan outbond di Bogor terdiri dari bupati, wakil bupati, sekda dan kepala dinas, kepala badan, dan kepala bagian di Lahat yang berlangsung dari awal Desember lalu.

“Hari ini kami laporkan Cik Ujang dalam dugaan pelanggaran Protokol kesehatan Covid 19. Karena selama ini Pemkab Lahat menyuarakan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan nyatanya disini pemimpin nya sendiri yang melanggarnya. Kami sangat kecewa seorang pemimpin yang seharusnya menjadi contoh malah dia sendiri yang melanggarnya,”ucapnya.

Lidya Cempaka menambahkan dari hasil konseling dengan petugas, laporan mereka belum memenuhi unsur untuk dijadikan laporan karena locus delicti nya berada di Bogor bukan di Sumsel.

Baca Juga :   Kades di Muaraenim Ngeluh Pencairan DD Tahap I Tidak Sampai 40 Persen

“Jadi laporan kami bukan tidak diterima karena kami disarankan untuk melengkapi bukti. Tadi dibandingkan dengan kasus nya Habib Rizieq mengapa kasus nya bisa di proses karena itu tidak diizinkan berbeda dengan Lahat,”ujarnya.

Menurutnya dari konseling ini bukan berarti mereka menyurutkan langkah untuk melaporkan Cik Ujang Gemapala akan terus memenuhi apa yang disarankan oleh petugas saat konseling. “Kalau katanya menurut mereka laporan kami tidak kuat akan kami kuatkan sekali pun harus melapor ke mabes polri akan kami turuti,”tandasnya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Sidang Paripurna Istimewa HUT Pagaralam ke-20 Berlangsung Hikmad

Pagaralam, Detik Sumsel – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Pagaralam ke 20 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *