Penghapusan Denda dan Bunga Pajak Kendaraan oleh Pemprov Sumsel
Yudi Farola Bram dan Zaldi (oknum PNS Pemkot Palembang) Tersangka Penipuan Penggelapan saat jalani Tahap II di Kejari Palembang.
Yudi Farola Bram dan Zaldi (oknum PNS Pemkot Palembang) Tersangka Penipuan Penggelapan saat jalani Tahap II di Kejari Palembang.

Gelapkan Uang Lobi Partai, Yudi Zaldi Di Bui

Palembang, Detik Sumsel- Usai berkas pemeriksaan terhadap dua tersangka, Yudi Farola Bram dan Zaldi (oknum PNS Pemkot Palembang) rampung dan lengkap.

Keduanya diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan uang senilai Rp 3,75 miliar milik korban, H Mularis Djahri salah satu mantan cawako kota Palembang.

Keduanya Dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Sumsel. Bahkan setelah berkas diterima dan dinyatakan lengkap, keduanya ditetapkan untuk ditahan di Rutan Kelas I Palembang selama 20 hari ke depan.

“Walaupun di Polda tidak dilakukan penahanan, kita menganggap perlu dilakukan penahanan. Karena itu, keduanya kita nyatakan ditahan selama 20 hari. Selain itu, keduanya juga tidak ada permohonan penangguhan penahanan,” ujar Kasi Pidum Kejari Palembang, Satria Irawan SH MH di ruang kerjanya, Selasa (23/10).

Masih kata Satria, untuk keduanya dijerat dengan pasal 372 dan 378 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun. “Untuk pelimpahan ke PN Palembang akan kita lakukan secepatnya, nanti hakim yang menentukan jadwal persidangannya,” ulasnya.

Baca Juga :   Lagi, Spesialis Jambret Kayuagung Dibekuk

Dijelaskannya, kasus ini berawal dari janji tersangka ke H Mularis Djahri (korban,red) untuk mendapatkan dukungan dari Partai terkait pencalonan korban sebagai Calon Walikota (Cawako) Palembang beberapa waktu lalu. Bahkan selama waktu tersebut, korban dan tersangka terjadi beberapa kali transfer sejumlah uang dengan total keseluruhan Rp 3,75 miliar.

“Nyatanya sampai pemilihan berlangsung partai yang dijanjikan tidak mendukung, sedangkan uang yang sudah diserahkan ke tersangka ini juga tidak dikembalikan,” terangnya.

Tersangka, Yudi F Bram yang ditemui usai diperiksa oleh jaksa penuntut umum (JPU), M Purnama Sofyan Sh menyatakan, dirinya pada saat itu diminta oleh H Mularis Djahri untuk melobi sejumlah partai politik agar menjadi partai pendukung pencalonannya tersebut. Bahkan untuk melobi partai tadi, dirinya tidak sendirian tapi dilakukan secara tim.

“Seluruh partai kita lobi, tapi tidak seluruhnya yang mendukung pencalonan H Mularis Djahri sebagai Cawako Palembang. Namanya politik, uang tersebut kita gunakan untuk melobi partai dan petinggi partai dengan harapan bisa mendukung. Nah karena ini untuk kepentingan lobi tadi, uangnya sudah habis. Kalau harus mengembalikan, saya bingung harus mengembalikannya bagaimana,” ujarnya Yudi sembari menghisap sebatang rokok.

Baca Juga :   Ardiansyah Nugraha Kembali Pimpin IJTI Sumsel

Terkait status penahanannya tersebut, dirinya siap untuk menjalani proses hukum yang berjalan dan taat dengan aturan hukum yang berlaku. “Kita ini taat hukum. Dan akan jalani proses ini. Sesuai hak kami, juga akan mengajukan upaya penangguhan penahanan. Karena di polda tidak ditahan, kita juga minta agar di kejaksaan juga tidak ditahan,” bebernya.

Meski merasa kecewa terhadap proses yang ada, apalagi hal ini berkaitan dengan politik yang selama ini tidak pernah terjadi. Dari sini bisa diketahui, bahwa siap menang dan siap kalah itu tidak terjadi.

“Kecewa pasti ada, namanya saja lobi politik ada kalanya tidak sesuai harapan. Namun begitu, kita siap untukmenjalaninya karena sudah masuk ranah hukum,” Tukasnya. (Vot)

H. Hendri Zainuddin, Manager Sriwijaya FC
Lakukan Penukaran Uang

About Poetra

Avatar

Check Also

Hadiri Puncak Hari Santri Nasional, HD Minta Santri Manfaatkan Teknologi

Palembang, Detik Sumsel – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru meminta para santri di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *