Pasang Iklan Detik Sumsel
Beranda Daerah Gara-gara Sajam, Gunawan Diancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Gara-gara Sajam, Gunawan Diancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Tanggal : Pukul :
344
0
Pelaku berikut barang bukti pisau saat diamankan di Mapolsek Gelumbang.

Prabumulih, Detik Sumsel – Membawa pisau di pinggang sepertinya masih menjadi budaya di sejumlah kalangan masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh seorang pemuda bernama Gunawan (19). Warga Lorong Kopral Juni, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir ini terpaksa harus berurusan dan pihak berwajib.

Dia kedapatan menyimpan dan membawa senjata tajam (sajam) jenis pisau yang diselipkan di pinggangnya. Akibatnya pelaku pun terpaksa diringkus anggota Satreskrim Polsek Gelumbang guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Informasi yang dihimpun, diringkusnya pelaku berawal saat anggota Polsek Gelumbang tengah melakukan patroli pada Minggu (18/11) sekira jam 02.30 WIB, tepatnya di Dusun 2 Miora, Desa Sigam, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.

Baca Juga :   Gara-gara Termos Air Panas Pecah, Suami Tega Aniaya Istri

Saat patroli, petugas melihat seorang laki-laki yang sedang berjalan dengan gaya yang mencurigakan. Petugas pun kemudian mencegat dan melakukan pemeriksaan.

Saat itulah didapati sebilah pisau yang diselipkan di pinggang pelaku. Tak mampu menjawab pertanyaan petugas ia pun lantas digiring ke kantor polisi.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono SIK melalui Kapolsek Gelumbang AKP Indrowono yang didampingi Kanit Reskrim Ipda Nasron Junaidi saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya ingin memberikan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat. Guna mengantisipasi terjadi gangguan kamtibmas pihaknya tidak segan-segan untuk menindak segala bentuk kejahatan.

Baca Juga :   Gara-gara Termos Air Panas Pecah, Suami Tega Aniaya Istri

“Kita ingin budaya membawa sajam ini dihilangkan dari masyarakat. Apapun alasannya menyimpan dan membawa sajam adalah bentuk pelanggaran hukum,” ungkapnya.

Atas perbuatannya, sambung Kapolsek, pelaku diancam pidana lewat Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951.

“Ancaman hukuman bagi pelaku pembawa senjata tajam adalah kurungan penjara 10 tahun,” pungkasnya. (Ichal)

Hendri Zainuddin, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumatera Selatan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here